Depok, NU Online
Delegasi
dari Timor Leste Coalition for Education (TLCE) mengadakan studi
banding ke Madrasah An Nahdhah, salah satu lembaga pendidikan NU yang
beralamat di Kelurahan Pondok Petir Kecamatan Bojongsari, Kota Depok,
Rabu (26/10) kemarin. Delegas non Muslim ini tertarik dengan sistem
pesantren yang ada di madrasah ini dan ingin menerapkannya di Timor
Leste.
Kunjungan delegasi Timor Leste ke Indonesia ini
sebenarnya terkait kebijakan pendidikan secara umum di Indonesia dan
juga implementasinya. Mereka datang di Indonesia difasilitasi oleh
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang dipimpin oleh
Abdullah Ubaid.
Salah satu kegiatan yang dilakukan di Indonesia
adalah berkunjung ke sekolah. Mereka ingin belajar di sekolah Indonesia
yang menerapkan sistem belajar 24 jam. Kemudian mereka mememfokuskan
perhatian pada model sekolah terpadu seperti pesantren. Siswa bisa
belajar, bermain, bersosialisasi dengan masyarakat, dan juga melakukan
beberapa kegiatan ilmiah.
Presiden TLCE Augusto Pires yang
memimpin delegasi mengatakan, pendidikan di pesantren itu sudah terpadu
dan patut ditiru. Dalam pesantren, tersedia semua jenjang pendidikan,
mulai dari dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
“Tempat
tinggal dan ketersediaan gizi juga sudah terprogram dengan baik dengan
model asrama. Model pendidikan yang terintegrasi seperti ini perlu
diterapkan di Timor Leste. Di sana hanya ada satu pesantren,” katanya.
Abdullah
Masud, kepala Madrasah Aliyah An-Nahdhah, menyambut baik kunjungan
pegiat pendidikan dari Timor Leste ini. Mas'ud bercerita, para pendiri
pesantren dan sekolah ini sama seperti aktivis TLCE. Para pendirinya
adalah para aktivis lembaga swadaya masyarakat, yang juga fokus pada
pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan.
An-Nahdhah menampung siswa dari berbagai daerah Indonesia, tidak dari Jakarta atau pulau Jawa saja.
Dalam
kesempatan itu pihak An-Nahdhah bahkan menyanggupi untu memberikan
kesempatan beasiswa kepada siswa dari Timor Leste yang mau bersekolah di
pesantren an-Nahdhah.
"Kalau ada anak Timor Leste yang mau
sekolah di sini, kami akan terima dengan senang hari dan juga akan kami
berikan beasiswa sampai lulus sekolah," kata Mas'ud. (Khoirul Anam)
Editor: A. Khoirul Anam
