Pati, NU Online
Ratusan rakyat Pati memadati Alun-Alun Simpang Lima Pati untuk melakukan tasyakuran dan doa bersama atas penangkapan Bupati nonaktif Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka terlihat bersuka cita dalam mengikuti perayaan tersebut.
Juru Bicara Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Mohammad Syaiful Huda mengatakan, lewat acara tasyakuran ini, ia berharap pemerintah daerah (Pemda) Pati segera berbenah agar menjadi lebih baik. Ia juga menyoroti setiap kebijakan Pemda Pati agar dapat melibatkan partisipasi publik, mengedepankan transparansi, dan menjunjung tinggi integritas.
"Yang kedua harapannya, kawan-kawan kami yang masih berhadapan dengan hukum, Mas Botok dan Pak Teguh, segera bisa dibebaskan atas nama rasa keadilan. Karena mereka, kami yakin tidak bersalah atas ini hari yang sedang disangkakan," ujarnya kepada NU Online di tengah-tengah kerumunan massa pada hari ini, Jumat (23/1/2026).
Ia juga turut berempati terhadap masyarakat Pati yang sedang tertimpa musibah banjir. Ia berharap, masyarakat bisa saling bergotong-royong untuk membantu masyarakat lainnya yang terdampak banjir.
Selanjutnya, ia menjelaskan rangkaian acara tasyakuran pada sore ini. Setelah tumpengan, acara tasyakuran dilanjut potong rambut bagi warga yang telah bernadzar membotaki kepalanya apabila Sudewo lengser dari tampuk kepemimpinan Bupati Pati.
Ia menegaskan, acara tasyakuran ini murni inisiatif warga Pati. Selain itu, peserta acara ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat Pati. "Seluruh masyarakat Pati," pungkasnya.
Suyanto, warga Margorejo, Pati, menyebut acara tasyakuran ini sebagai lebarannya masyarakat Pati, sebelum lebaran yang sesungguhnya beberapa bulan lagi. Ia turut bersuka cita atas momen tersebut.
"Ya, ikut senang. Ya, biar bagaimanapun apa yang selama ini disangkakan itu ternyata benar. (Bupati nonaktif Sudewo) Banyak kasus dan kebijakan-kebijakannya kontroversial. Sehingga disangkakan banyak korupsi itu benar dan macam-macamnya itu benar adanya," ujarnya.
Ia menilai kebijakannya sangat kontroversial seperti menaikkan PBB 250 persen, renovasi Alun-Alun Simpang Lima dan Masjid Baitunnur yang dinilai masih bagus. Selanjutnya, ia merasa senang terkait penetapan Sudewo sebagai tersangka kasus korupsi karena hal tersebut sudah sewajarnya.
"Yang salah memang harus dikatakan salah. Yang salah otomatis ada hukuman," tandasnya.
Ia berharap, ke depan, tidak ada intimidasi kepada rakyat saat menyampaikan kritik dan pendapat di muka umum. "Ya mudah-mudahan lebih baik dengan dipimpinnya Pak Candra," harapnya.
