Saya tidak akan terlalu dalam membahas masuk surga atau neraka, karena masuk surga atau neraka pada hakikatnya tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Dan itu merupakan hak prerogatif Allah SWT. Meskipun kita ketahui, garis-garis, jalan agar bisa sampai kepada Tuhan.
Hal mendasar yang ingin saya ungkapkan sebenarnya adalah bahwa segala sesuatu yang kita miliki tak lain hanyalah titipan dari Allah. Mobil, motor, jam tangan, HP android itu sebenarnya ujian dan titipan dari Allah SWT. Allah mempercayai kita. Artinya kita sebagai user harus bisa memaksimalkan apa yang telah diberikan oleh Allah.
Coba cermati. Pernahkan anda terkena jerawat? Okey, sekarang jika kulit itu milik anda, aturlah agar wajah anda tidak timbul jerawat. Tentu, kita tidak bisa mengatur. Dari contoh sederhana tersebut tentu kita bisa menyadari bahwa kita tidak bisa menguasai diri kita (dalam segi fisik).
Sebagai analogi yang paling pas untuk menganggap bahwa apa yang telah diberikan oleh Allah SWT adalah titipan, sebagaimana di lakukan oleh tukang parkir. Dalam parkirannya, tukang parkir menerima ratusan motor dan puluhan mobil tergantung luas parkiran. Namun, tukang parkir tidak merasa bangga dan tidak merasa sombong meski di dalam parkirannya terdapat ratusan motor dan mobil. Kenapa? Karena tukang parkir tahu bahwa motor dan mobil yang ada di tempat parkirannya adalah titipan dari orang lain.
Begitulah kiranya kita memandang harta atau segala hal yang kita miliki. Memandang bahwa apa yang di berikan oleh Allah SWT merupakan hanya sebuah titipan. Sehingga kita selalu bersyukur terhadap nikmat yang Allah SWT berikan dan bersabar jika apa yang kita miliki diambil oleh Allah SWT.
Kamas Wahyu Amboro, Mahasiswa Jurusan Tasawuf Psikoterapi UIN SGD Bandung
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua