Mungkin karena merasa memiliki harta lebih, suatu ketika pengusaha itu menyerahkan harta upeti atau pajak di luar jumlah biasanya. Setiap tahun ia membayar pajak dengan nominal lebih besar.
Tak berselang lama, kabar ini segera hinggap di telinga Raja Kisra. Alih-alih gembira, sebagai penguasa saat itu sang raja justru memerintahkan jajarannya untuk menolak keras pajak tambahan tersebut. Tak hanya itu, ia juga menjatuhi hukuman "disalib" bagi pengusaha itu.
Kata Kisra, "Setiap raja atau pemimpin yang mengambil harta rakyatnya secara zalim tak akan meraih keberuntungan selamanya. Keberkahan tanah airnya sirna dan menjadi bencana bagi dirinya."
"Keberadaan raja ditopang oleh kekuasaan. Kekuasaan ditopang oleh tentara. Tentara ditopang harta kekayaan. Kekayaan ditopang teritori negara. Dan Teritori negara ditopang oleh keadilan pada rakyat dan perdamaian," sambung sang raja.
Manakah yang lebih utama bagi seorang raja, keberanian atau keadilan? Orang bijak bestari berucap, "Ketika pemimpin sudah berlaku adil, keberanian tak lagi dibutuhkan." (Mahbib)
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Gaji Guru dan Nakes PPPK Ditanggung APBN 2027 Sebesar Rp23 Triliun
Terkini
Lihat Semua