NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Humor

Humor Gus Dur: Memanjatkan Syukur

NU Online·
Humor Gus Dur: Memanjatkan Syukur
Ilustrasi humor Gus Dur.
Patoni
PatoniPenulis
Bagikan:

Humor seolah menjadi nutrisi menyehatkan bagi Gus Dur. Ia tidak mau terlupa melontarkan humor meskipun dalam forum-forum resmi, forum para pejabat tinggi negara di DPR.

Melihat kondisi perpolitikan saat itu, berhumor justru dapat mencairkan suasana. Presiden Gus Dur yang sedang berselisih dengan Ketua DPR Akbar Tandjung diperkirakan akan meramaikan jalannya sidang.

Kala itu Akbar Tandjung lebih dulu menyampaikan pidato. Akbar tidak lupa mengucapkan kalimat “memanjatkan puji syukur” kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tiba giliran Gus Dur untuk menyampaikan pidato kenegaraan. Sebelum menyampaikan substansi pidatonya, Gus Dur terlebih dahulu menyampaikan banyolan. Kali ini Ketua DPR yang menjadi sasaran.

Akbar Tanjdung sejak dulu memang selalu memulai pidato dengan 'memanjatkan syukur.' Begitu juga orang pada umumnya.

Gus Dur pun melucu yang membuat seisi sidang atau anggota DPR tak bisa menahan tawanya.

“Syukur memang perlu dipanjatkan, sebab Syukur tidak bisa memanjat sendiri,” ucap Gus Dur. (Fathoni)

Sumber: buku "Gus Dur Menertawakan NU" (2010)

Artikel Terkait

Humor Gus Dur: Memanjatkan Syukur | NU Online