Kata Ibnu Atha'illah tentang Budak dan Merdeka
"Engkau adalah orang yang merdeka dari apa yang tak kauinginkan. Dan engkau adalah budak dari apa yang kauserakahi." [Syekh Ahmad ibn Athaillah, dalam al-Hikam]
Temukan semua artikel keislaman terbaru
"Engkau adalah orang yang merdeka dari apa yang tak kauinginkan. Dan engkau adalah budak dari apa yang kauserakahi." [Syekh Ahmad ibn Athaillah, dalam al-Hikam]
Foto-foto yang diumbar umumnya melukiskan kondisi pasien yang sedang tergolek lemah di atas ranjang, kadang bertelanjang dada, dan lengkap dengan cairan infus dan tancapan selang di rongga hidung dan mulut. Seberapa penting mengekspos gambar-gambar seperti ini?
”Ada dua kenikmatan di mana banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” [HR Bukhari, dari Ibnu ‘Abbas]
Ketika pasangan lain jenis sepakat membina rumah tangga, sudah dipastikan keduanya tidak berkeinginan cerai. Namun kadang perjalanan rumah tangga ada persoalan yang sangat berat. Suami-istri dituntut menyelesaikan persoalan itu baik-baik. Perceraian bukan solusi terbaik.
"Jadilah engkau pemaaf dan menyuruhlah kepada kebaikan, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh." [Surat Al-A'raf: 199]
Kemudian saya menyuruhnya untuk membaca Surat al-Nahl (juz 14). Ia pun membaca dengan lancar dan sempurna. Semakin bertambah kekaguman saya dengan anak kecil ini. Subhanallah. Maha suci Allah.
Sekarang sudah banyak travel menawarkan ongkos tidak terlalu mahal, bisa diangsur. Kini haji pun sebentar di jalan. Orang tidak perlu waktu berbulan-bulan. Cukup duduk di pesawat, tunggu belasan jam, mereka sudah sampai. Namun, di balik kemudahan itu ada sesuatu yang justru mengkhawatirkan menurut sebagian ulama, yaitu fenomena haji berulang kali.
“Sejak kapan kalian memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka melahirkan mereka sebagai orang-orang merdeka.”[Umar ibn Khatthab, dari kitab al-Wilâyah ‘alal Buldân fî ‘Ashril Khulafâ’ ar-Râsyidîn]
Hormat bendera tidak masalah secara agama. Merah putih sebagai simbol kenegaraan sepatutnya dihargai oleh warga negara Indonesia. Penghormatan ini sama nilainya dengan penghormatan terhadap orang tua karena setiap kita berhutang budi kepada orang tua dan tanah air. Anugerah keduanya patut disyukuri.
Secara umum, yang dialami Rasulullah beserta sahabatnya itu merupakan contoh kecil tentang betapa mahalnya sebuah kemerdekaan: kemerdekaan untuk berkeyakinan, kemerdekaan untuk terpenuhinya kebutuhan dasar, dan kemerdekaan hidup tenang dan damai.
Rasulullah SAW adalah sosok pribadi yang tidak lepas dari cintanya kepada tanah air dan kampung halamannya. Hal ini terbukti dari ekspresinya ketika ia memasuki kota kediamannya sepulang dari luar kota. Beliau selalu mendoakan kampung halamannya
Bahwa Gus Dur dan Kiai Abbas memiliki karomah, tentu kita yakini itu. Tetapi karomah itu hanya bonus saja, hasil dari istiqamah para kiai yang luar biasa. Istiqamah menuntut ilmu dengan terus rajin belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis --ini yang harus kita warisi dari para masyayikh dan guru-guru kita.