Maroko, NU Online
Memperingati haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid, Sekretaris Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko Rifqi Maula memimpin tahlil untuk mengawali bedah syair Tanpo Waton karya KH Moh Nizam As-Shofa di sekretariat PCINU Maroko, Boukhalef, Tanger, Maroko, Kamis (2/1).
<>
Bedah syair Tanpo Waton merupakan amanat langsung pengarang dan pelantun syair tersebut kepada salah satu muridnya Vera DwiIryanti. Vera kini menjabat sebagai bendahara PCINU Maroko.
Mahasiswi yang sedang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Abdel Malek Assaadi, Tetouan, menyatakan kebahagiannya karena mampu melaksanakan amanat gurunya. Ia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman di Maroko yang mendukung terlaksananya bedah syair Tanpo Waton.
Sementara Syuriyah PCINU Maroko Alvian Iqbal Zahasfan yang menjadi narasumber mengawali forum itu dengan melantunkan bait-bait syairnya bersama-sama.
“Jika kita mendengar nama Gus Dur, maka ia adalah salah satu manusia yang keberadaanya menjadi milik dunia. Berbicara tentang Gus Dur bukanlah perkara yang mudah, karena tak jarang kita melihat sikapnya yang berlainan dalam menghadapi satu masalah,” kata Alvian.
Tapi dari situlah, lanjut Alvian, kita belajar bahwa sesuatu yang bertentangan tidak harus di pertengkarkan. Gus Dur adalah orang yang serius, tapi di satu sisi ia adalah orang yang suka bercanda. Bahkan dalam menghadapi masalah rumit tak jarang Gus Dur menghadapinya dengan ungkapan “Gitu Aja Kok Repot”.
Sedangkan pembawa acara Abdullah Aniq Nawawi menambahkan, Gus Dur adalah orang yang rasional, tapi di sisi lain ia juga mempercayai sesuatu yang supranasional. Sementara bagi orang yang tak mengerti, hal itu sering dianggap irrasional. “Itu menunjukan bahwa sesuatu yang bertentangan tidak harus dipertentangkan,” tegas Aniq.
Selesai membedah syair itu, Alvian mengatakan meski syair Tanpo Waton tak terlantunkan dari lisannya Gus Dur, tetapi semangat syair itu merupakan refleksi dari kehidupan Gus Dur.
Bedah syair itu ditutup doa yang dipimpin Ahmad Faiz Yunus. (Kusnadi El Ghezwa/Alhafiz K)
Editor: Alhafiz Kurniawan
