NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Internasional

Perdamaian Palestina Belum Sentuh Hal Esensial

NU Online·
Perdamaian Palestina Belum Sentuh Hal Esensial
Bagikan:

Jakarta, NU Online
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake Jr, mengundang beberapa anggota parlemen terpilih untuk berdiskusi tentang isu-isu Timur Tengah (Israel-Palestina dan ISIS). Dubes Blake mengundang KH Maman Imanulhaq (PKB) yang ditemani beberapa koleganya, antara lain Eva Kusuma Sundari (PDIP), dan Misbakhun (Golkar) di kantor Kedutaan Besar AS di Jl Medan Merdeka Selatan No 3-5 Jakarta (11/9), siang.
<>
Perbincangan dimulai dengan paparan Blake mengenai kebijakan Amerika soal konflik di Palestina, terutama Gaza. Blake mengatakan, sebelum pecahnya gencatan senjata pada 26 Agustus di Gaza, telah dilakukan beberapa kesepakatan. "Sayangnya, kesepakatan tersebut tidak tercapai. Karena itu, tepat pada 26 Agustus Hamas menyerang Israel. Lalu, Israel pun membalas dengan aksi militer," ujar Blake memulai pembicaraan.

Amerika, lanjut Blake, memandang baik Palestina maupun Israel memiliki hak untuk hidup layak secara sosial, ekonomi, dan politik. Mereka berhak merdeka dan dilindungi. AS melalui Menteri Luar Negeri John Kerry, terus melakukan diplomasi dengan negara-negara di Timur Tengah dan negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Palestina juga Israel. Diplomasi dilakukan untuk mencapai jalan tengah guna mendorong perdamaian di antara kedua belah pihak.

"Bahkan John Kerry menghabiskan waktunya hingga 6 bulan di Timur Tengah untuk melakukan diplomasi di sana, khususnya menyoal tragedi Gaza," papar Blake. Sekedar informasi, John Kerry adalah Menlu AS yang menggantikan Hilarry Clinton sejak 1 Februari 2013.

Blake menambahkan, AS bersikap keras atas apa yang dilakukan Israel yang menyerang Gaza dan menyebabkan korban sipil utamanya perempuan dan anak-anak yang terus berjatuhan. Namun, Amerika juga mengecam tindakan Hamas yang bertindak di luar keputusan negara. Hamas bukanlah bagian dari pemerintahan Palestina, tetapi Hamas lah yang melakukan tindak kekerasan tersebut.

Kepada Dubes AS, KH Maman Imanulhaq menyatakan kritiknya terhadap sikap AS yang cenderung lambat soal penanganan Israel. "Kami sampaikan langsung kepada Pak Dubes bahwa kami melihat AS terlalu lambat soal Israel, tidak secepat ketika menangani ISIS. Ya, kami mengkritisi sikap Amerika itu," tegas Kang Maman.

Kang Maman, sapaan akrab kiai muda asal Majalengka ini, menuding AS menerapkan politik standar ganda terhadap Israel dan Palestina. Meski demikian, dia juga melihat langkah-langkah konstruktif AS yang dilakukan di Palestina.

"Kami hargai bantuan logistik dan upaya perdamaian di sana kendati belum menyentuh hal-hal esensial. Hal esensial itu adalah mendorong Palestina mendapatkan kedaulatannya dengan meletakkannya sebagai anggota tetap PBB," tegasnya.

Ditanya tentang posisinya saat memenuhi undangan dubes AS, Kang Maman menyebut kehadirannya atas nama kelompok Islam moderat dan pesantren yang menjunjung tinggi Islam Rahmatan lil Alamin. "Saya sebagai politisi PKB punya kepentingan untuk menunjukkan sikap kita sebagai kelompok Islam moderat yang akan terus mengupayakan kedaulatan penuh Palestina dan mendukungnya sebagai anggota PBB yang utuh," pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Perdamaian Palestina Belum Sentuh Hal Esensial | NU Online