NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Internasional

Peringati Haul Rumi Ke-740, NU Turki Diskusi “Seb-i Arus”

NU Online·
Peringati Haul Rumi Ke-740, NU Turki Diskusi “Seb-i Arus”
Bagikan:

Konya, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Turki memperingati haul ke-740 Maulana Jalaluddin Rumi, Selasa (17/12). Acara ini diisi, antara lain, dengan diskusi tentang “Seb-i Arus” dan kirim doa.
<>
Dalam bahasa Persia, “Seb” berarti malam dan “Arus” berarti pengantin. Seb-i Arus merupakan momen wafatnya Jalaluddin Rumi pada 17 Desember 1273. Rumi pernah berpesan untuk tidak menangisi kematiannya karena baginya saat-saat itu tak ubahnya “malam pengantin” yang mempertemukan ulama sufi ini dengan kekasih sejatinya, Allah.

Diskusi ini dipimpin Ketua Tanfidziah PCINU Turki Labib Syauqi. Dalam penjelasannya Labib mengatakan bahwa Maulana Jalaludin Rumi tidak takut akan mati.

"Matilah, meninggallah, wafatlah, janganlah takut atas kematian ini. Lepaskanlah kamu dari dataran tanah yang rendah ini, dan naiklah ke langit,” kata Labib mengutip kata-kata Rumi.

Kitab karya Ruba'i Mevlana, Divan-i Kebir, menerangkan makna Seb-i Aruz sebagai "Olmeden once Olunuz" yang artinya "matilah kamu sebelum mati". Pusara kubur bagaikan taman mawar untuk masuk ke dalam pintu menuju Jamalullah atau Keindahan Allah.

PCINU Turki mempunyai agenda diskusi mingguan yang diberi nama “Ngobrol” dan “Ngaji Bareng”. Minggu ini temanya khusus tentang Maulana Jalaludin Rumi karena bertepatan dengan haulnya ke 740. (Hari Pebriantok/Mahbib)

Peringati Haul Rumi Ke-740, NU Turki Diskusi “Seb-i Arus” | NU Online