Jakarta, NU Online
Rujak masuk dalam perbincangan di sebuah pertemuan pemuda South East Asia Life Matters Course (LMC) di Dalat, Vietnam, Kamis-Ahad (27/6-7/7). Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah salah seorang peserta pertemuan pemuda Asia memperkenalkan rujak di hadapan sedikitnya 50 pemuda.
<>
“Rujak makanan khas Indonesia dengan aneka rasa dan warna,” kata Farida kepada NU Online per telepon menirukan presentasinya di hadapan 50 pemuda, Rabu, (10/7) sore.
Perihal itu disampaikan dalam sesi malam kreatif. Farida yang ditunjuk panitia untuk mewakili satu dari lima negara terbaik mengenalkan bentuk rujak melalui sehelai karton. Lima negara ini dipilih dari 12 negara peserta. Lima pemuda dari lima negara mengenalkan nilai-nilai dalam media apapun.
Rujak mewakili keberagaman masyarakat Indonesia, tetapi juga warga dunia. Rujak dalam presentasi yang berlangsung tiga menit, kata Farida, mengandung nilai luhur kehidupan. Keragaman budaya dan keyakinan bahkan pilihan pribadi bukan alasan untuk saling menyudutkan.
Perbedaan budaya, bahasa, warna kulit, atau kepercayaan yang menjadi keniscayaan kehidupan sejatinya menghadirkan sebuah keharmonisan seperti rasa dan warna rujak. Demikian kenyataan dunia. Dunia diciptakan dengan keberagamannya agar dunai terlihat keindahannya.
Di akhir presentasi, Farida menyebutkan Al-Quran Surah al-Hujurat ayat 13, Allah menciptakan manusia terdiri laki-laki dan perempuan, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal, saling mencintai dan saling menolong sesamanya.
Penulis: Alhafiz Kurniawan
