Tarim, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman akan menghelat Konferensi Cabang (Konfercab) II pada 12 Februari mendatang. Serangkaian kegiatan ilmiah menjelang Konfercab telah siap dilaksanakan.
<>
Panitia telah mengagendakan acara bahtsul masail kontemporer dan konferensi ilmiah yang akan membedah pemikiran sejumlah tokoh-tokoh NU. Tema besar yang akan diangkat dalam konfercab kali ini adalah “Rasionalisasi dan Interpretasi Ulama NU terhadap Turats: Elaborasi Nilai-Nilai Maqashid dan Aswaja”.
M. Fuad Mas’ud, koordinator konferensi ilmiah ini, menjelaskan bahwa di usia NU yang ke-88, sangat penting untuk mengkristalkan kembali pemikiran tokoh-tokoh NU, khususnya terkait sumbangsih besar NU terhadap NKRI. Gagasan besar NU yang berupa pilar tawassuth (moderat) juga harus terus dipertegas dan disegarkan kembali konsep dan penerapannya.
“Kami sengaja menjadikan kacamata maqashid sebagai pendekatan, dalam rangka pembacaan secara substansial terhadap pemikiran mereka (para tokoh NU, red) dan membuktikan bahwa ijtihad yang mereka lahirkan tidak terlepas dari nilai-nilai turats (tradisi),” ujar koordinator Lakpesdam PCINU Yaman ini.
Konferensi ilmiah akan dilangsungkan selama dua hari berturut-turut dengan dua fokus kajian. Hari pertama, Sabtu 8 Februari, pembahasan difokuskan pada kajian seputar maqashid syariah (filosofi syari'at) dan interpretasi konsep Aswaja dari Qanun Asasi NU. Sedangkan hari kedua, Ahad 9 Februari, pembahasan akan mengerucut pada pemikiran tokoh-tokoh NU.
Judul-judul makalah yang akan dipresentasikan oleh kader-kader muda PCINU Yaman adalah sebagai berikut:
“Nilai-Nilai Maqosid: Antara Realitas dan Tuntutan Aktivitas Berfatwa” oleh M. Fuad Mas’ud; “Ijtihad Maqashidi: Solusi Ataukah Proyek Liberalisasi” (Dzul Fahmi); “Jihad, Dakwah, dan Toleransi” (Zainal Fanani); “Interpretasi Nilai Aswaja dari Qonun Asasi NU” (Hasan Bashri); “Revitalisasi Resolusi Jihad Ala Sang Kyai Hasyim As’ary” (Nuril Izza Muzakki); “Menelusuri Nilai Maqosid Pancasila Sebagai Dasar NKRI: Buah Fikir Kyai Ahmad Siddiq” (Pandy Yusran); “Menelusuri Nilai Maqosid Konseptual: Humanisme ala Gusdur” (Imam Nawawi); dan “Kyai Sahal Mahfudz dan Fikih Sosial” (M Mahrus Ali).
Sebelum perhelatan yang juga diisi pemilihan ketua tanfdziyah dan rais syuriah baru itu, PCINU Yaman juga akan menggelar Bahtsul Masail Kontemporer yang membahas isu-isu kekinian di Tanah Air pada Senin 10 Februari.
Dalam hal ini, PCINU Yaman akan bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hadhramaut dan Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) Al-Ahgaff. Peserta Bahtsul Masail terdiri dari para delegasi yang saat ini sedang mengeyam pendidikan di sejumlah institusi pendidikan di Yaman. (Dzul Fahmi/Mahbib)
