Bener Meriah Aceh, NU Online Jateng
Tim NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah mulai membangun fasilitas MCK umum bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Rabu (28/1/2026). Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sarana dasar pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu.
Dari pantauan NU Online Jateng akses jalan menuju desa Uning Mas masih terkendala masih menggunakan kayu dan tidak bisa dilewati kendaraan. Desa Uning Mas ada dua dusun yang paling terdampak adalah dusun dua hingga saat ini listrik masih padam dan kebanyakanan warganya mengungsi ke Dusun Satu. Serta ada pemukiman dan satu masjid yang hilang terbawa banjir bandang.
Sekretaris Desa Uning Mas, Masmiko, menjelaskan bahwa banjir bandang yang terjadi pada malam Rabu, 26 November, telah merusak fasilitas sarana ibadah dan infrastruktur dasar desa.
“Kronologi tempat masjid kami yang terbawa banjir bandang pada malam Rabu tepatnya di tanggal 26 November. Fasilitas sarana ibadah kami terbawa banjir. Kami di sini banyak warga yang 226 jiwa dengan kepala keluarga 66 kepala keluarga,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa saat ini posko pengungsian berada di Dusun satu, sementara pembangunan MCK dilakukan di Dusun dua yang masih memiliki permukiman warga.
“Alhamdulillah dari NU mau membangun sebuah dua unit MCK umum untuk warga yang ada di Desa Uning Mas,” ungkapnya.
Masmiko menambahkan bahwa warga Dusun 2 masih bertahan di rumah masing-masing, meski aktivitas sehari-hari tetap terbatas.
“Warga di Dusun 2 ini orang itu bertempat tinggal di sini. Kalau siang hari orang itu pergi ke kebun. Kalau di Dusun 1 untuk posko pengungsian hanya mengambil logistik aja,” jelasnya.
Ia juga memaparkan kebutuhan mendesak warga pascabencana.
“Yang dibutuhkan warga di sini, yang pertama itu akses jalan kami dulu. Yang kedua yaitu sarana ibadah kami ataupun MCK umum. Kemudian jembatan, jembatan kami terputus. Itulah yang prioritas di desa kami,” katanya.
Kondisi pendidikan dan kegiatan keagamaan pun masih bersifat darurat.
“Pendidikan belajar untuk sekarang sekolah hanya untuk tenda darurat. Dan untuk tempat pengajian juga di tenda darurat,” imbuhnya.
Sementara itu, relawan NU Peduli Jawa Tengah Muhammad Fatkhul Khusma menjelaskan bahwa pembangunan MCK dilakukan berdasarkan hasil asesmen lanjutan di lapangan.
“Untuk hari ini Rabu tanggal (28/1/2026). Kami berada di Uning Mas, lebih tepatnya di Kabupaten Bener Meriah. Kami tadi sudah meninjau ke lokasi yang sesuai asesmen kemarin,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa lokasi pembangunan dialihkan dari area pengungsian ke dekat permukiman warga atas arahan pemerintah desa.
“Berhubung di sana sudah ada yang mem-backup progres kami yaitu seharusnya kami mem-backup di sana mengenai MCK untuk warga setempat. Berhubung di sana sudah ada, maka dari pihak pemerintah setempat, dari Pemdes itu mengarahkan ke sini ya untuk di dekat pemukiman warga,” ungkapnya.
Selengkapnya klik di sini.
