NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Jatim

Rais Syuriyah PBNU Tekankan Peran Strategis NU sebagai Fondasi Keagamaan Nahdliyin

NU Online·
Rais Syuriyah PBNU Tekankan Peran Strategis NU sebagai Fondasi Keagamaan Nahdliyin
Rais PBNU KH Abd Ala Basyir (paling kiri) bersama jajaran syuriyah PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Bagikan:

Sumenep, NU Online Jatim

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abd A’la Basyir, menekankan peran strategis NU dalam mengawal dan menguatkan paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Hal demikian perlu agar tetap menjadi fondasi kehidupan keagamaan Nahdliyin. 

“Terutama di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya saat pertemuan jajaran harian Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep 2025–2030, di kediamannya kompleks Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, Jumat (23/01/2026).

Mustasyar PCNU Sumenep ini menyebutkan, konsistensi NU dalam menjaga manhaj Aswaja tidak hanya penting untuk internal jamiyah, tetapi juga bagi keteguhan umat dalam merawat Islam yang moderat. 

“Serta, berakar pada tradisi, dan responsif terhadap realitas kebangsaan,” ungkapnya. 

Ia menegaskan, amanah sebagai pengurus NU menuntut kedewasaan spiritual, emosional, dan organisatoris. Menurutnya, seorang pengurus NU harus mampu ‘selesai dengan dirinya sendiri’ sebelum berbicara tentang kepentingan jamiyah yang lebih luas.

“NU bukan ruang pelampiasan konflik personal. Jika urusan pribadi belum tuntas, itu akan mengganggu khidmah dan merusak kerja organisasi,” ujar Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Selengkapnya klik di sini.

Artikel Terkait

Rais Syuriyah PBNU Tekankan Peran Strategis NU sebagai Fondasi Keagamaan Nahdliyin | NU Online