Jombang, NU Online
Januari 2026 terasa istimewa bagi Nahdliyyin, pasalnya di bulan dan tahun inilah Nahdlatul Ulama genap berusia 100 tahun atau 1 abad. Momen istimewa ini tentu tak akan dibiarkan lewat begitu saja, ada serangkaian agenda untuk mensyukuri dan kembali mengingat sepak terjang NU selama ini.
Bagi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, salah satu cara mengisi momentum 1 abad ini adalah dengan berziarah ke makam para muassis NU guna meneladani spirit perjuangannya. Ziarah ini telah dimulai dari kabupaten Jombang, Ahad (25/1/2026).
Didampingi jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, rombongan dari PWNU Jawa Timur, melaksanakan ziarah ke makam para muassis yang berada di 4 pondok pesantren di Jombang.
Sejak pagi hari, peserta yang berasal dari jajaran PWNU Jawa Timur, pengurus PCNU Jombang, badan otonom, serta lembaga-lembaga NU mulai berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sebagai titik awal kegiatan.
Rangkaian ziarah diawali dengan menyambangi makam Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang terletak di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, sebagai bentuk penghormatan dan takzim kepada pendiri Nahdlatul Ulama.
Di lokasi tersebut, kegiatan dibuka oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Husnan Dimyathi. Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Wakil Katib PWNU Jawa Timur, KH Yahya Badrus Sholeh, dan ditutup dengan doa yang dipanjatkan oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Jazuli Nur.
Usai rangkaian doa, rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam KH Abdul Wahab Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.
Agenda ziarah kemudian berlanjut ke makam KH Bisri Syansuri di Denanyar. Rangkaian perjalanan ziarah ini ditutup dengan menziarahi makam KH Romli Tamim di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso.
Ketua Panitia Kegiatan, KH Masykuri Basri, menyebutkan bahwa agenda ziarah ke empat pondok pesantren di Jombang tersebut menjadi ajang silaturahim dengan dzuriyah (keturunan) para muasis NU.
"Ziarah ini adalah bagian dari silaturrahmi kita ke para almarhum almarhumah pondok pesantren, dan tradisi ini sudah biasa dilakukan oleh warga NU," ujar Kiai Masykuri diberitakan NU Online Jombang.
Sebagai penerus perjuangan para muasis NU, KH Masykuri Basri mengajak seluruh nahdliyin untuk berusaha semaksimal mungkin dalam berkhidmat, baik kepada bangsa, negara, maupun Nahdlatul Ulama.
"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa kita laksanakan untuk tahun-tahun mendatang," pungkasnya.
