Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga membentuk karakter dan ketakwaan. Menyia-nyiakan Ramadhan akan menghilangkan peluang meraih ampunan Allah. Karena itu, Ramadhan harus diisi dengan ibadah dan amal kebaikan. Keberhasilan Ramadhan terlihat dari perubahan diri menjadi pribadi yang lebih taat dan lebih baik.
Teks khutbah Jumat berikut berjudul "Bulan Penuh Keutamaan, Jangan Sia-siakan Ramadhan". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Menjadi kewajiban bagi kita untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Oleh karena itu, khatib mengajak jamaah dan khususnya diri pribadi khatib untuk menjadi pribadi bertakwa yang menjadi tujuan utama disyariatkannya ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
Bisa bertemu kembali dengan Ramadhan kali ini merupakan karunia terbesar yang Allah berikan kepada kita. Mari, kita maksimalkan nikmat ini dan jangan sampai kita termasuk orang yang menyia-nyiakan Ramadhan. Hindari berpuasa yang hanya menahan lapar dan dahaga saja tanpa memperbaiki kualitas iman, akhlak, dan amal ibadah kita. Mari gunakan momentum Ramadhan untuk memperbanyak kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dalam Islam karena di dalamnya Allah memberikan kesempatan besar kepada kita untuk memperbaiki diri, membersihkan dosa, dan meningkatkan kualitas ketakwaan. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya sehingga Ramadhan menjadi momentum tahunan yang sangat berharga. Di bulan ini kebaikan dan keberkahan datang, keburukan dihilangkan. Rasulullah bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya: “Jika bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu,” (HR Muslim).
Ramadhan bukan sekadar bulan ritual ibadah, melainkan sarana pendidikan ruhani untuk membentuk jiwa yang lebih dekat kepada Allah dengan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Jika Ramadhan dilewati tanpa adanya perubahan diri, maka kita telah kehilangan peluang besar yang mungkin tidak akan kita temui kembali.
Pada hakikatnya, puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi latihan pengendalian diri secara menyeluruh, baik lahir maupun batin. Puasa mengajarkan kesabaran, kejujuran, keikhlasan, serta kemampuan menahan hawa nafsu. Puasa juga adalah ibadah rahasia dan merupakan amal batin sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin:
إِنَّ الصَّوْمَ كَفٌّ وَتَرْكٌ، وَهُوَ فِي نَفْسِهِ سِرٌّ لَيْسَ فِيهِ عَمَلٌ يُشَاهَدُ، وَجَمِيعُ أَعْمَالِ الطَّاعَاتِ بِمَشْهَدٍ مِنَ الْخَلْقِ وَمَرْأًى، وَالصَّوْمُ لَا يَرَاهُ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّهُ عَمَلٌ فِي الْبَاطِنِ بِالصَّبْرِ الْمُجَرَّدِ.
Artinya: “Puasa itu menahan diri dan meninggalkan (larangan puasa). Puasa pada hakikatnya sebuah rahasia. Tidak ada amal yang tampak padanya. Kalau semua ibadah disaksikan dan dilihat oleh makhluk, ibadah puasa hanya dilihat oleh Allah SWT. Puasa adalah amal batin, murni kesabaran.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Kelalaian dalam mengisi Ramadhan menjadi bahaya yang sering tidak kita sadari. Banyak dari kita yang mengetahui keutamaan Ramadhan, tetapi masih saja ada yang tidak mempersiapkan diri untuk memanfaatkannya secara maksimal. Penting bagi kita untuk senantiasa memanfaatkan waktu Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan menghindari aktivitas yang sia-sia.
Ramadhan harus kita isi dengan target ibadah yang jelas, baik kuantitasnya maupun kualitasnya. Tanpa kesadaran dan perencanaan, Ramadhan bisa saja berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas perubahan dalam diri kita.
Agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia, kita perlu mempersiapkan diri dengan kesungguhan niat dan kesadaran bahwa Ramadhan adalah kesempatan yang sangat berharga. Menetapkan target ibadah, menjaga keistiqamahan amal dan ibadah serta menjaga hati dan perilaku menjadi ikhtiar penting agar Ramadhan benar-benar membawa perubahan.
Dengan tidak menyia-nyiakan Ramadhan, insyaAllah, kita akan meraih pintu khusus bernama Ar-Rayyan yang disediakan oleh Allah bagi orang yang berpuasa di surga-Nya. Rasulullah bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ، فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ. (رواه البخاري)
Artinya: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang mana orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut pada hari kiamat kelak, dan tidak ada seorang pun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu ketika dikatakan kepada mereka: ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun segera menghadap. Tidak akan ada seorang pun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka semua telah masuk, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorang pun yang masuk melewati pintu tersebut,” (HR Al-Bukhari).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Ramadhan adalah momentum perubahan diri yang diberikan oleh Allah setiap tahun kepada kita. Mari kita menjadikan Ramadhan sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih taat kepada Allah dan lebih bermanfaat bagi sesama manusia. Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan Ramadhan. Allah telah memerintah kita untuk senantiasa fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan) sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 148:
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ١٤٨
Artinya, “Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dalam menjalani berbagai ibadah di bulan Ramadhan. Semoga kita bisa memaksimalkan Ramadhan dan menjadikan diri kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa. Amin
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، َأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.
