Pringsewu, NU Online
Mewarnai
Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018 tingkat Kabupaten Pringsewu,
Lampung, para santri di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini
melakukan gerakan penanaman bibit pohon penghijauan. Sekitar 30.000 bibit sudah
disiapkan oleh panitia yang merupakan hasil kerjasama dengan Balai Pengelolaan
Daerah Aliras Sungai (BPDAS) Way Seputih-Way Sekampung, Lampung.
Bibit
yang sudah disiapkan dan ditanam terdiri dari bibit pohon penghijauan
seperti sengon, akasia, dan jenis pohon lain yang mampu menghasilkan
kayu berkualitas. Selain itu, bibit tanaman produktif seperti
buah-buahan juga disediakan yang diambil dari lokasi penyemaian bibit
BPDAS di daerah Kalianda, Lampung Selatan.
Koordinator kegiatan tersebut, Muhammad Mahfud menegaskan kualitas bibit tanaman yang akan ditanam tidak diragukan lagi. Pasalnya BPDAS Lampung
menyemai bibit-bibit tersebut secara khusus dan dirawat oleh para ahli
di bidang penyemaian. Untuk tanaman buah-buahan juga merupakan hasil
dari penyetekan pohon buah yang mampu menghasilkan kuantitas dan
kualitas buah yang baik.
"Kita sebarkan bibit-bibit tanaman ini
di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu bekerjasama dengan
pondok pesantren dan PCNU Pringsewu," jelas Mahfud, Jumat (19/10).
Mahfud menjelaskan bahwa program
penanaman pohon ini merupakan tahap ke dua setelah sebelumnya pada akhir
2017 sudah dilakukan penanaman sebanyak 10.000 batang. Pada tahap ke
dua ini, akan ditanam 20.000 batang pohon dan secara simbolis bibit
tanaman tersebut akan diserahkan oleh Bupati Pringsewu kepada perwakilan pengasuh pondok
pesantren pada acara Apel Hari Santri 2018 di Pendopo Pringsewu, Senin (22/10).
Program
ini lanjut Mahfud merupakan bukti nyata peran santri dalam ikut serta
menyelamatkan bumi dari kegersangan akibat pohon-pohon yang ditebang
secara tak berimbang.
"Santri tidak hanya bisa mengaji namun
santri juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dalam bentuk
mengurangi panas bumi melalui penanaman pohon. Semoga program ini akan memperbaiki ekologi sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dan tentunya mendapat ridho ilahi," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Editor: Muhammad Faizin
