Jakarta, NU Online
Koordinator Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI) Alissa Wahid menegaskan bahwa ajaran agama Islam sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Ia dengan tegas menolak gagasan yang mempertentangkan dua nilai tersebut. Bahkan menurutnya, seorang Muslim yang baik seharusnya yang mengamalkan ajaran agamanya dengan baik secara otomatis akan mengamalkan ajaran luhur Pancasila.
"Ketika kita beragama, kita merawat tanah air kita. Dan ketika kita merawat tanah air kita, dalam hal ini menggunakan Pancasila sebagai pedoman, maka cara kita merawat dengan baik adalah dengan menjadi muslim yang baik. Bernegara itu artinya kita beragama, demikian pula sebaliknya, dengan beragama artinya kita juga bernegara,” ujar Alissa Wahid di Jakarta, Rabu (2/6).
Oleh karenanya, Alissa menyangsikan kebenaran klaim bahwa Pancasila tidak sesuai bahkan bertentangan dengan ajaran agama. Sebab menurut dia, di dalam Al-Quran dinyatakan dengan jelas bahwa sudah sunnatullah jika manusia itu diciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Hujurat ayat 13.
"Artinya bangsa itu diakui di dalam firman Tuhan. Tuhan sendiri menyebutkan berbangsa-bangsa karena kita diciptakan berbeda satu sama lain. Nah, setiap bangsa itu pasti memiliki aturan dan tata kelolanya masing-masing. Nah hari ini kita menyebutnya sebagai negara,” kata putri sulung Gus Dur ini.
Selain itu, Alissa juga menolak pemikiran bahwa Pancasila tidak memiliki dasar agama. Nilai-nilai di dalam Pancasila seperti keadilan, dan seterusnya, tercermin dari Al-Qur’an. "Jadi aneh sekali kalau ada orang kemudian mengatakan bahwa Pancasila tidak ada dalilnya. Padahal kalau dilihat dari kata-kata di dalam Pancasila itu sudah jelas dalil-dalilnya banyak. Menjadi manusia yang adil, menjadi manusia yang beradab itu ada (dalilnya). Itu ajaran Al-Quran dan ada di sila kedua Pancasila,” jelas Sekjen Gerakan Suluh Kebangsaan ini.
Apalagi yang menyetujui Pancasila di awal kemerdekaan adalah para ulama yang kealimannya diakui hingga saat ini. Termasuk pendiri dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.
"Justru saya lebih percaya kepada KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan yang mengajarkan bahwa kebangsaan dan keislaman itu tidak saling bertentangan. Bahkan justru saling memperkuat seperti sepasang sayap,” ujarnya.
Pewarta: Ahmad Rozali
Editor: Muhammad Faizin
Ahmad RozaliKontributor
Editor: Muhammad Faizin
Artikel Terkait
Nasional
Fatayat NU Dorong Masyarakat Pahami Pancasila secara Utuh
Fragmen
Peran NU dalam Penetapan Hari Lahir Pancasila 1 Juni
Daerah
Pentingnya Merawat Eksistensi Konsep Pancasila di Era Millenial
Nasional
PBNU Tegaskan Cita-cita Luhur Pancasila: Kesejahteraan Rakyat
Nasional
Menag Bakal Naikkan Gaji Penghulu dan Penyuluh Agama untuk Dukung Revitalisasi KUA
Nasional
