NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Nasional

Gus Yahya Soroti Perkembangan Teknologi hingga Peradaban Tunggal sebagai Tantangan 100 Tahun NU

NU Online·
Gus Yahya Soroti Perkembangan Teknologi hingga Peradaban Tunggal sebagai Tantangan 100 Tahun NU
Gus Yahya dalam wawancara eksklusif yang tayang di Kanal Youtube NU Online. (Foto: dok. NU Online)
Bagikan:

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi NU sejak berdiri 100 tahun lalu dalam hitungan kalender Masehi.

Ia menekankan bahwa peringatan hari lahir tersebut menjadi momentum refleksi terhadap situasi saat ini yang dipenuhi perubahan pada berbagai lini fundamental.

Sebagai upaya menajamkan arah gerak NU, Gus Yahya menyoroti perkembangan teknologi. Saat ini, ia melihat bahwa teknologi justru dapat mendikte cara hidup umat manusia.

"Kalau dulu kita yang mengontrol teknologi ini, makin lama ada kecenderungan teknologi yang mengontrol kita. Kira-kira ini kenyataan yang dihadapi oleh orabg banyak," katanya dalam wawancara eksklusif yang ditayangkan di Kanal Youtube NU Online berjudul Gus Yahya: NU Masuk Abad Kedua, Dunia Tak Lagi Sama pada Ahad (25/1/2026).

Bahkan, katanya, pola hidup masyarakat juga telah bergantung dengan kecanggihan teknologi. Seperti pemanfaatan gadget, lanjutnya, manusia pada akhirnya juga semakin bergantung terhadap barang tersebut.

"Sekarang bangun tidur itu setiap orang merasa yang harus dilihat pertama kali adalah gadget," katanya.

Gus Yahya juga melihat bahwa tantangan yang bakal dihadapi NU usai 100 tahun versi masehi itu adalah peta politik kekuatan global yang ikut berubah. Ia mengungkapkan, dahulu konteks politik global hanya berkutat pada kutub barat, kutub timur, dan perang dingin, justru sekarang semakin kompleks.

"Tapi kita sekarang tiba-tiba kita melihat muncul kutub-kutub baru sehingga dunia menjadi semakin multipolar, berkutub banyak," jelasnya.

"Dulu kutubnya hanya dua, sekarang kutubnya ada banyak. Ada Rusia, ada Cina, ada Eropa, ada Inggris," tambahnya.

Peradaban tunggal

Gus Yahya juga melihat, tren fenomena global juga mengarah kepada peradaban tunggal yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi itu sendiri.

"Di mana-mana orang berpikir dengan cara yang sama. Sekarang bahasa-bahasa sudah berbagi dengan cara yang sama," katanya.

Pada masanya dahulu, kenang Gus Yahya, generasi pada saat itu hanya sedikit sekali yang mengerti bahasa asing, seperti Arab dan Inggris. Saat ini, lanjutnya, generasi Y dan Z lebih cakap dalam berbahasa yang dipakai oleh masyarakat global.

"Generasi Y dan generasi Z ini lebih lahap bahasa-bahasa internasional karena mereka merasa sudah masuk dalam lingkungan global yang menyatu sehingga ini menjadi satu peradaban yang saling membaur satu sama lain," katanya.

Meski begitu, NU harus tetap menempatkan diri dengan tepat sesuai dengan keadaan alaminya. Hal tersebut, katanya, bisa terlihat dari perjalanan sejarahnya sehingga menghasilkan konstruksi NU yang saat ini telah beredar.

"NU didirikan sebagai organisasinya para ulama, habis itu partai politik, habis itu orde baru, dan seterusnya," terangnya.

Artikel Terkait

Gus Yahya Soroti Perkembangan Teknologi hingga Peradaban Tunggal sebagai Tantangan 100 Tahun NU | NU Online