Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menegaskan Islam moderat ala Ahlussunnah wal Jamaah adalah pilihan yang paling tepat untuk Indonesia. Faktor geografis yang menempatkan Indonesia di antara dua kekuatan besar non Muslim, adalah alasannya.<>
"Indonesia adalah benteng paling timur pertahanan Islam, di antara China dan Australia yang tidak sepenuhnya senang jika Islam semakin kuat. Kalau kita keras kita bisa di-Afghanistan-kan, di-Iraq-kan. Tapi jika kita lemah kita juga akan dilindas. Maka dari itu pilihan paling tepat adalah berada di tengah-tengah," ungkap Kiai Said di Jakarta, Rabu (30/5).
Islam moderat ala Ahlussunnah wal Jamaah, yaitu dengan menjaga terlaksananya Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah, dan Insaniyah, akan menjadikan golongan Muslim di Indonesia lebih toleran. Melalui ukhuwah islamiyah umat Muslim dihindarkan dari kemungkinan bersikap ekstrem, sementara ukhuwah wathoiniyah meniadakan sikap sekuler.
"Tidak bisa hanya dipilih ukhuwah islamiyah-nya saja, atau ukhuwah wathoniyah-nya saja. Kedua-duanya harus dijalankan seimbang dan beriringan," urai Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya.
Apabila Islam moderat dilaksanakan dengan baik oleh golongan Muslim di Indonesia, yang ditandai dengan berjalannya ukhuwah islamiyah dan wathoniyah secara utuh, Islam di Indonesia akan bisa menunjukkan peran nyatanya di dunia internasional melalui ukhuwah insaniyah.
"Islam Indonesia akan bisa tunjukkan ke dunia bahwa Islam bukanlah agama yang mengajarkan kekerasan. Sebaliknya, dengan ukhuwah insaniyah kita akan contohkan perdamaian ke dunia," pungkas Kang Said.
Penulis: Emha Nabil Haroen
Editor: Mukafi Niam