NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Nasional

KH Miftachul Akhyar: Manusia Bukan Figuran, Setiap Kita Memegang Peran

NU Online·
KH Miftachul Akhyar: Manusia Bukan Figuran, Setiap Kita Memegang Peran
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. (Foto: tangkapan layar kanal Youtube Multimedia KH Miftachul Akhyar)
Bagikan:

Jakarta, NU Online

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa keberadaan manusia di dunia bukan sekadar numpang lewat, melainkan membawa tugas dan peran yang telah ditetapkan Allah swt. 

Hal tersebut disampaikan dalam agenda rutin Ngaji Syarah Al-Hikam pertemuan ke-154 di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Jalan Kedung Tarukan No 100, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (30/1/2026).

“Kita semua diciptakan oleh Allah kan sejatinya hanya numpang lewat, bukan sekadar hidup tanpa berbuat dan beramal lalu mati. Justru kita semua diciptakan oleh Allah itu karena ada tugas,” tutur Kiai Miftach dalam kanal Youtube Multimedia KH Miftachul Akhyar.

Menurutnya, kesadaran akan tugas kehidupan menjadi kunci dalam menjalani hidup secara bermakna. Manusia tidak hadir sebagai pelengkap cerita, melainkan aktor utama yang memegang peran masing-masing dalam skenario Ilahi.

“Wujud kita ada bukan hanya figuran, tapi lakon yang memegang peran,” tegasnya.

Dalam pengajian tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah itu juga mengajak umat Islam untuk menerima setiap anugerah Allah dengan penuh keikhlasan, tanpa meninggalkan ikhtiar. Namun, ikhtiar yang dimaksud harus tetap berada dalam koridor syariat.

“Jadi, seperti itu. Kalian terima dengan ikhlas setiap anugerah Allah. Tetap ikhtiar, ikhtiar yang tidak dilarang dalam agama,” ujarnya.

Kiai Miftach kemudian menyinggung fenomena seseorang yang awalnya merasa tidak memiliki bakat di suatu bidang, tetapi justru berhasil setelah menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Baginya, hal tersebut merupakan pelajaran penting tentang ketergantungan manusia kepada Allah.

“Lalu ada seseorang yang merasa tidak bakat di suatu bidang tapi setelah dilakukan dengan giat lantas berhasil. Itu adalah bukti sampeyan butuh kepada Allah,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut bukan semata hasil kemampuan pribadi, melainkan karena Allah memberikan kekuatan di luar kemampuan dasar seseorang.

“Allah menjadikan sesuatu yang sebetulnya bukan basic kalian tetapi Allah beri kekuatan dan akhirnya, dengan kekuasaan Allah yang menggerakkan maka Anda bisa menikmati,” lanjutnya.

Lebih jauh, Kiai Miftach menekankan bahwa peristiwa-peristiwa semacam itu merupakan cara Allah menunjukkan kekuasaan-Nya yang mutlak kepada manusia. Karena itu, manusia tidak pantas bersikap menolak apalagi memprotes ketentuan-Nya.

“Itu semua bukti Allah sedang mendemonstrasikan kekuasaan yang mutlak itu, kita tidak boleh menolak atau protes,” terangnya.

Kiai Miftach pun memberikan peringatan tegas agar umat Islam tidak memprotes ciptaan Allah, termasuk dalam hal mengubah diri dan kondisi yang telah ditetapkan, kecuali dalam keadaan benar-benar mendesak.

“Saya ingatkan jangan sekali-kali protes terhadap ciptaan Allah kepada kita. Makanya mengubah ciptaan Allah itu tidak boleh kecuali untuk kebutuhan yang mendesak atau darurat,” tandasnya.

Artikel Terkait

KH Miftachul Akhyar: Manusia Bukan Figuran, Setiap Kita Memegang Peran | NU Online