Jakarta, NU Online
Ketua Fraksi PKB DPR RI Marwan Ja'far menilai prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang mencakup aspek moderat, toleran, keadilan, dan keseimbangan layak diterapkan dalam kehidupan Indonesia yang majemuk.<>
Dalam siaran persnya, Rabu, Marwan menjelaskan masyarakat Indonesia sangat majemuk dengan segala perbedaan dan kesamaannya.
"Ini suatu fakta dan kita harus saling menghormati. Itu tidak bisa kita nafikan, karena itu cara untuk menjawab persoalan ini adalah dengan menggunakan pendekatan Aswaja yang sangat cocok untuk Indonesia," ujar Marwan Ja'far yang juga Ketua Dewan Pembina Laskar Aswaja itu.
Menurut dia, akhir-akhir ini pemaksaan kehendak disertai ancaman fisik dan aksi main hakim sendiri dari satu kelompok kepada kelompok lain di beberapa tempat cenderung meningkat grafiknya.
Hal tersebut tidak saja telah mencederai nilai-nilai kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang sedang tumbuh, namun juga dapat menimbulkan konflik horisontal yang berkepanjangan.
Ia menilai perilaku barbar seperti itu tidak boleh dibiarkan terus-menerus terjadi di bumi pertiwi dan harus segera dihentikan dan diakhiri.
"Negara kita negara hukum. Hukum menjadi panglima, sampai kapan pun, karena itu cara-cara memaksakan kehendak, apalagi disertai aksi kekerasan, tentu bertentangan dengan hukum dan berlawanan dengan kultur Indonesia yang selalu mengedepankan musyawarah dan toleransi dalam menyelesaikan setiap persoalan," ujarnya.
Politisi PKB ini menyatakan nilai dan prinsip Aswaja yang selama ini dikembangkan NU (moderat, toleran, keadilan, dan keseimbangan) itu harus dikampanyekan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang pluralis tersebut.
"Gerakan ideologi transnasional dan menguatnya radikalisme berbasis agama sesungguhnya berseberangan dengan nilai-nilai Aswaja dan juga tidak sesuai dengan konteks ke-Indonesiaan," katanya.
Oleh karena itu, kehadiran Laskar Aswaja yang mengusung dan mengedepankan nilai-nilai Aswaja diharapkan mampu menjadi solusi bagi kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik dan beradab tanpa menggunakan cara-cara kekerasan secuil pun.
Redaktur: Mukafi Niam