NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Nasional

PDS HB Jassin, Tempat Berjumpanya Arsip Sastra dan Gagasan Masa Depan

NU Online·
PDS HB Jassin, Tempat Berjumpanya Arsip Sastra dan Gagasan Masa Depan
Seorang pengunjung sedang memilih koleksi buku yang akan dibaca di PDS HB Jassin, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)
Suwitno
SuwitnoKontributor
Bagikan:

Jakarta, NU Online

Di tengah hiruk pikuk kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin hadir sebagai ruang sunyi yang menyimpan jejak panjang perjalanan sastra dan kebudayaan Indonesia.

Perpustakaan ini bukan sekadar tempat membaca, melainkan juga ruang kerja, riset, serta pencarian inspirasi bagi beragam kalangan, mulai dari sastrawan, peneliti, hingga generasi muda yang ingin menepi sejenak dari bising kota.

Menurut Humas PDS HB Jassin, total koleksi yang dimiliki mencapai 158.798 judul. Beragam bahan pustaka tersimpan rapi, mencakup kesusastraan, kesenian, kebudayaan, dan kebahasaan.

Koleksi tersebut meliputi manuskrip dan naskah cetakan pertama, dokumen sastra, buku langka, sastra Melayu Tionghoa, rekaman suara, hasil studi penelitian, majalah dan kliping koran, foto, hingga CD. Kekayaan arsip ini menjadikan PDS HB Jassin sebagai salah satu pusat dokumentasi sastra terpenting di Indonesia.

Perpustakaan ini buka setiap hari pukul 09.00-22.00 WIB. Untuk mengakses layanan, pengunjung diwajibkan menjadi anggota melalui aplikasi Jaklitera, sistem keanggotaan digital yang terintegrasi dengan berbagai perpustakaan di Jakarta.

Dengan ruang yang tertata rapi dan suasana yang tenang, pengunjung dapat membaca dengan nyaman. Sebagian datang untuk mencari referensi, sebagian lain memanfaatkan ruang ini untuk menyelesaikan pekerjaan dan tenggat waktu.

Salah satunya adalah Royhan Maulana (25), asisten peneliti yang mengaku rutin mengunjungi PDS HB Jassin untuk bekerja sekaligus mencari suasana baru. Ia dan rekan-rekannya terbiasa bekerja dengan sistem work from anywhere (WFA) atau work from home (WFH), namun perpustakaan menjadi pilihan untuk memperluas pengalaman dan perspektif.

“Sesekali kami ke perpustakaan ini untuk bekerja, mencari pengalaman baru, insight baru, dan referensi,” ujar Royhan kepada NU Online, Rabu (21/1/2026).

Sebagai asisten riset, Royhan menekuni kajian karbon biru, ekosistem pesisir dan laut seperti mangrove dan lamun yang berperan penting dalam menyimpan karbon guna pengendalian perubahan iklim. Menurutnya, PDS HB Jassin cukup membantu menunjang kebutuhan riset tersebut.

“Akses internet di sini cukup stabil dan kencang, jadi memudahkan untuk mengakses laman-laman di internet. Selain itu, saya juga menemukan beberapa dokumen tentang karbon biru, mangrove, dan lamun, terutama di lantai lima,” tuturnya.

Royhan menyadari koleksi ilmiah di PDS HB Jassin tidak selengkap Perpustakaan Nasional. Namun, ia menilai referensi yang tersedia tetap relevan dan bernilai.

“Referensi di sini adalah buku-buku yang sering dijadikan pedoman untuk ekosistem karbon biru,” katanya.

Di luar kebutuhan riset, Royhan juga menikmati kekayaan koleksi sastra yang mendominasi PDS HB Jassin. Menurutnya, koleksi fiksi di perpustakaan ini cukup beragam, tidak hanya karya penulis Indonesia, tetapi juga penulis mancanegara.

“Menurut saya, koleksi di sini cukup lengkap untuk menggali referensi atau ide-ide baru dari bahan bacaan yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, Royhan memberikan sejumlah catatan. Ia menyoroti penomoran buku yang sebagian hilang atau terlepas sehingga menyulitkan pencarian. Selain itu, terdapat beberapa buku yang tercatat di katalog, namun tidak ditemukan di rak atau loker penyimpanan.

“Mungkin ke depannya inventarisasi buku bisa diperbaiki dan diperjelas lagi,” sarannya.

Dengan segala kelebihan dan tantangannya, PDS HB Jassin tetap menjadi ruang penting bagi siapa pun yang ingin menelusuri pemikiran, sastra, dan pengetahuan. Di antara rak-rak buku dan manuskrip langka, perpustakaan ini terus hidup sebagai tempat perjumpaan masa lalu, masa kini, dan gagasan-gagasan masa depan.

Editor: Patoni

Artikel Terkait

PDS HB Jassin, Tempat Berjumpanya Arsip Sastra dan Gagasan Masa Depan | NU Online