IMG-LOGO
Trending Now:
Ilmu Tauhid

Dajjal: Ciri-ciri dan Kisah Terbunuhnya oleh Nabi Isa

Kamis 13 Juni 2019 12:00 WIB
Dajjal: Ciri-ciri dan Kisah Terbunuhnya oleh Nabi Isa
Perbincangan mengenai fenomena akhir zaman senantiasa menarik dan serba misterius. Karena itulah untuk memahami apa yang akan terjadi nanti itu kita harus benar-benar memahami Al-Qur’an dan hadits sebagaimana yang dipahami oleh ulama Ahlussunah wal Jamaah. 

Menurut Ahlussunah wal Jamaah, kita wajib mengimani bahwa di akhir zaman nanti akan muncul Dajjal akbar, sesuai riwayat yang terdapat dalam hadits shahih tanpa harus men-takwil atau mengubahnya.

Masalah Dajjal ini termasuk masalah ‘ghaib’ atau sam'iyyat. Cara mengimanainya kita harus meyakini sepenuhnya sesuai informasi dari Rasulullah yang mendapatkan informasi langsung dari Yang Maha Tahu terhadap hal ghaib, yaitu Allah ta’ala, walaupun akal kita belum menjangkaunya. 

Tentang mengimani tanda-tanda kiamat, yang di antaranya adalah keluarnya Dajjal, Syekh Abu Ja’far at-Thahawy (w. 321 H) dalam Al-Aqidah at-Thawiyah menyatakan:

ونؤمن بأشراط الساعة من خروج الدجال ونزول عيسى ابن مريم عليه السلام من السماء ونؤمن بطلوع الشمس من مغربها وخروج دابة الأرض من موضعها

“Kami mengimani tanda-tanda kiamat, (di antaranya) yaitu keluarnya Dajjal, turunnya Isa ibn Maryam 'alaihis salam dari langit, kami mengimani munculnya matahari dari arah baratnya, dan keluarnya binatang bumi dari tempatnya.” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ سَبْعُوْنَ كَذَّابًا، قلُتْ: وَمَا ايَاتهُمُ ؟ ، قاَلَ: يَأتْوُنَكُمْ بسِنَّة لمَ تَكُوْنُوْا عَلَيْهَا ، يُغَيِّرُوْنَ بِهَا سُنَّتَكُمْ ، فَاِذَا
رَأَيْتُمُوْهُمْ فَاجْتَنِبُوْهُمْ

“Hari kiamat tidak akan datang sampai muncul 70 orang pembohong. Aku bertanya: Seperti apakah ciri-cirinya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: mereka akan datang kepada kalian dengan membawa sunnah (pemikiran atau tindakan) yang belum pernah kalian praktekkan, mereka akan mengganti sunah kalian dengan sunah yang dibawanya. Jika kalian melihat mereka, maka jauhilah,” (HR Bukhari).

Pengertian Dajjal dan Ciri-cirinya

Dajjal (dajjâl) itu shighah mubalaghah (bentuk persangatan) dari kata dajjala, yang artinya pembohong besar. Secara terminologis, dajjâl diartikan sebagai orang yang menutupi sesuatu. Karena ia disebut dalam hadits sebagai A’wâr. Ia dianggap telah menutupi kebenaran, dan orang yang paling berdusta. Pemaknaan literal seperti ini pernah terjadi dalam sejarah Islam. Para pendusta atas nama agama, sering disebut sebagai Kadzzâb, Dajjâl.

Ada beberapa riwayat hadits shahih yang menjelaskan tentang Dajjal itu. Di antaranya, hadits riwayat Abdullah ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Rasulullah berdiri di depan para sahabat, maka Rasulullah memuji Allah yang memang ahlinya, kemudian beliau menuturkan tentang Dajjal, kemudian berkata: ‘Aku mengingatkanmu dan tidaklah setiap nabi kecuali mengingatkan kaumnya, tetapi akan aku katakan padamu perkataan yang tidak pernah dikatakan oleh para nabi kepada kaumnya. Sesungguhnya Dajjal itu bermata satu dan sesungguhnya Allah tidak bermata satu,” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مَسِيْحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ، قَصِيْرٌ، أَفْجَعُ، جَعْدُ، أَعْوَرٌ، مَطْمُوْسُ الْعَيْنِ، لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ جَحْـرَاءَ، فَإِنْ أَلْبَسَ عَلَيْكُمْ؛ فَاعْلَمُوْا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ.

“Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki, pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan, keriting, buta sebelah, mata yang terhapus tidak terlalu menonjol, tidak pula terlalu ke dalam, maka jika dia melakukan kerancuan (mengaku sebagai Rabb) kepadamu, maka ketahuilah sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah,” (HR Abu Dawud).

Untuk mengantari kajian Dajjal, karena berkaitan, berikut ini diuraikan beberapa hal tentang al-Mahdi dan Isa ibn Maryam.

Tentang Kemunculan Imam Mahdi dan Isa ibn Maryam

Ibn Abbas, sepupu Rasulullah yang oleh beliau didoakan menjadi ahli tafsir meriwayatkan tentang turunnya Isa dari langit. 

قال ابن عباس، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: فعند ذلك ينزل أخي عيسى ابن مريم من السماء على جبل افيق, اماما هاديا وحكما عادلا

“Ibn Abbas berkata, Rasulullah bersabda: Dalam keadaan demikian, Saudaraku Nabi Isa ibn Maryam turun dari langit pada Jabal Afiq, sebagai imam yang memberi petunjuk, dan hakim yang adil," (Ditakhrij oleh Ishaq Ibn Basyir, dan Ibn 'Asakir, sebagaimana tersebut dalam Kanzul 'Umal).

Demikianlah, bahwa di akhir zaman, akan ada dua manusia utama yang memperbaiki keadaan umat. 

عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:لن تهلك أمة أنا في أولها ، وعيسى ابن مريم في آخرها ، والمهدي في وسطها. رواه النسائي ، [ص-182] وأبو نعيم في ( أخبار المهدي ) ، والحاكم وابن عساكر في (تاريخيهما) . ولفظهما: ((كيف تهلك أمة أنا في أولها ....)) . كما في ((كنز العمال)) . وهو حديث حسن كما في ((السراج المنير)) للعزيزي .

Rasulullah bersabda: “Umat tidak akan rusak, yang aku ada di awalnya, Isa ibn Maryam berada di akhirnya, dan al-Mahdi pada pertengahannya (sebelum akhir).

Al-Mahdi adalah tanda awal kiamat kubra, ketika Nabi Isa ibn Maryam turun dari langit, beliau menyilakan Al-Mahdi untuk mengimami shalat.”

أخرج البخاري بسنده: عن نافع مولى أبى قتادة الآنصاري ان أبا هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وآله كيف أنتم إذا نزل ابن مريم فيكم وامامكم منكم 

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Bagaimana kalian jika turun Ibn Maryam di tengah kalian dan imam kalian adalah dari kalian,” (Shahih Al-Bukhari, Juz 4, halaman 134).

وروى الحارث بن اسامة في مسنده بسنده عن جابر بن عبد الله: قال رسول الله صلى الله عليه وآله: ينزل عيسى بن مريم، فيقول أميرهم المهدي تعال صل بنا، فيقول لا، إن بعضهم أمير بعض تكرمة الله لهذه الآمة (قال ابن القيم: "إسناده جيد" ,المنار المنيف لابن القيم ص ١٤٧) ـ

Al-Harith bin Usamah meriwayatkan dalam Musnadnya dari Jabir bin Abdullah katanya: Rasulullah bersabda: “Akan turun Isa ibn Maryam, lalu amir mereka Al-Mahdi mengatakan, ‘Kemarilah! Shalatlah bersama kami!’ Isa berkata ‘Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka adalah amir sebagian yang lain sebagai pemuliaan Allah bagi umat ini’.” (Ibnul Qayim mengatakan, “Sanad hadits ini sungguh baik.” Al-Manar Al-Munif oleh Ibn Al-Qaiyim halaman 147).

وأخرج الحاكم في المستدرك عن أبي هريرة مرفوعا: ـ

Al-Hakim dalam al-Mustadrak 'ala as-Shahihayn mentakhrij dari Abi Hurairah, hadits marfu':

 إن روح الله عيسى نازل فيكم فإذا رأيتموه فاعرفوه فإنه رجل مربوع إلى الحمرة والبياض، عليه ثوبان ممصران كأن رأسه يقطر وإن لم يصبه بلل ، فيدق الصليب ويقتل الخنزير ويضع الجزية ويدعو الناس إلى الإسلام ، فيهلك الله في زمانه المسيح الدجال. ويقع الأمنة على الأرض فذكر الحديث . وفيه: فيمكث أربعين سنة ثم يتوفى ويصلي عليه المسلمون

“Sesungguhnya Ruhullah Isa (akan) turun di tengah-tengah kalian (umat Nabi Muhammad di akhir zaman). Ketika kalian melihatnya (Ruhullah Isa), maka kenalilah ia, yang seorang (berwarna kulit) putih kemerahan, dan mengenakan dua baju, seakan kepalanya meneteskan air dan basah. Kemudian Allah menghancurkan Dajjal (pembohong besar yang mengaku nabi dan mengaku sebagai Allah), pada zamannya. Ia (Ruhullah Isa) tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian diwafatkan dan dishalati kaum muslimin.”
Pertanyaannya, di mana nanti di akhir zaman tempat kuburan Isa?

ورواه الطبراني في المعجم الكبير (١٣/١٥٩ رقم ٣٨٤) - ومن طريقه المزي في تهذيب الكمال (١٩/٤٩٥) - من طريق عبدالله بن نافع الصائغ، عن عثمان بن الضحاك بسنده، ولفظه: يدفن عيسى عليه السلام مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وصاحبيه، فيكون قبره الرابع

Imam at-Thabarany dalam al-Mu'jam al-Kabir mengatakan: “Isa nanti akan dikuburkan bersama Rasulullah dan dua sahabat beliau (Abu Bakr dan Umar), dan jadilah kuburan Isa itu kuburan yang keempat.”

Pembunuhan terhadap Dajjal

Rasulullah menyatakan bahwa selepas berhasil membunuh Dajjal, Isa ibn Maryam tinggal di bumi selama 40 tahun. 

‘Aisyah RA, mengatakan bahwa: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَىٌّ كَفَيْتُكُمُوهُ وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّال بَعْدِى فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ إِنَّهُ يَخْرُجُ فِى يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِىَ الْمَدِينَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا حَتَّى الشَّامِ مَدِينَةٍ بِفِلَسْطِينَ بِبَابِ لُدٍّ – وَقَالَ أَبُو دَاوُدَ مَرَّةً حَتَّى يَأْتِىَ فِلَسْطِينَ بَابَ لُدٍّ – فَيَنْزِلَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَيَقْتُلَهُ ثُمَّ يَمْكُثَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فِى الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً إِمَاماً عَدْلاً وَحَكَماً مُقْسِطاً

“Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku sesungguhnya Rabb kalian ‘azza wajalla tidaklah buta sebelah (bermata satu) dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbihan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu. Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga, lalu akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk Madinah darinya hingga ke Syam tepat di kota Palestina di pintu Lud.” Sesekali Abu Daud berkata, “Hingga Dajjal datang (tiba) di Palestina di pintu Lud, lalu Isa ‘alaihis salam turun dan membunuhnya, kemudian Isa ‘alaihis salam tinggal di bumi selama empat puluh tahun dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil,” (HR Ahmad, 6/75).

Pendapat para sahabat, dan ulama yang mu’tabar (otoritatif) bahwa Dajjal itu adalah:

1. Individu; seseorang
2. Seorang Yahudi
3. Ia keluar dari Khurasan, atau Ashbihan, dan sekitar itu. Jadi tidak ada dikatakan ia keluar dari Eropa, Afrika, Asia, atau Australia. 

Apa yang dilakukan seorang Dajjal itu ada yang hakikatnya seperti itu dan ada yang majazi (kiasan). Namun, ia tetap satu orang.

Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dinyatakan bahwa Dajjal itu adalah seorang Yahudi.

إنه يهودي وإنه لا يولد له ولد وإنه لا يدخل المدينة ولا مكة

"Sesungguhnya ia adalah seorang Yahudi. Sesungguhnya ia tidak punya keturunan. Sesungguhnya ia tidak bisa masuk di Madinah, dan tidak masuk Makkah."

Sebelum Dajjal akhir zaman ini akan ada banyak pendusta. Rasulullah menyebut akan ada hampir tiga puluh orang pendusta yang berkarakter Dajjal.

Hadits dari Hudzaifah, dengan jumlah 27:

في أُمَّتِي كَذَّابُونَ ودَجَّالُونَ سَبَعَةٌ وعشرونَ منھم أَرْبَعُ نسوةٍ وإِنِّي خاتمُ النبیین لا نَبِيَّ بَعْدِي

Dalam umatku ada 27 para pendusta yakni para Dajjal, di antara mereka empat orang wanita, dan sesungguhnya aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahku," (HR Ahmad & Thabarani, disahihkan oleh al-Haithami).

Kemudian Dajjal akhir zaman inilah yang dibunuh oleh Nabi Isa ibn Maryam

يخرج الدجال من أمتي فيمكث أربعين فيبعث الله عيسى بن مريم كأنه عروة بن مسعود الثقفي فيطلبه فيهلكه

"Dajjal itu keluar dari umatku. Ia tinggal (di bumi) selama empat puluh. Kemudian Allah mengutus Isa ibn Maryam yang seolah seperti Urwah Ibn Mas'ud at-Tsaqafy (nama seorang sahabat nabi). Kemudian Isa ibn Maryam mencari Dajjal itu dan membunuhnya. (Hadits riwayat Imam Ahmad [2/166]; hadits riwayat Imam Muslim [2940]; Imam Al-Hakim [4/550]).

Tentu menarik, dalam hadits ini bukan orang lain yang diserupakan dengan Isa, tapi Isa ibn Maryam yang turun itu seolah diserupakan dengan salah satu sahabat nabi. 

Sehingga tidak ada bagian apa pun selain Nabi Isa ibn Maryam di sini. 

Di Manakah Dajjal Dibunuh Isa? 

Dari An-Nawwas bin Sam’an berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Dajjal, beliau melirihkan suara dan mengeraskannya hingga kami mengiranya berada di sekelompok pohon kurma.

فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِى حَيْثُ يَنْتَهِى طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ

“Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetes. Ketika ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau napasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa ibn Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga.” (HR Muslim no. 2937)

Kehidupan Manusia Selepas Dajjal

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلاَ يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ أَحَدٌ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلاَّ قَبَضَتْهُ

“Lalu Allah mengutus Isa ibn Maryam seperti Urwah bin Mas’ud, ia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang di hatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali ia mencabut nyawanya,” (HR Muslim no. 2940).

Hikmah Membaca Al-Kahfi

Untuk terhindar dari Dajjal, Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca atau menghafal bagian Surat Al-Kahfi.

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم قَالَ: « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari bagian awal surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.” Dalam riwayat yang lain disebutkan, “(sepuluh ayat) akhir dari Al-Kahfi.”

Rasulullah juga bersabda,


فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ

“Barangsiapa di antara kalian mendapati zamannya Dajjal, bacalah awal-awal surat Al Kahfi.” 

Dalam redaksi lain, Rasulullah bersabda,

مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

"Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir Al-Kahfi, ia akan dilindungi dari fitnah Dajjal."

Apa hikmahnya?

Surat Al-Kahfi itu menceritakan kekuasan Allah sehingga menidurkan ashabul Kahfi hingga 309 tahun.

Ini adalah peristiwa yang di luar kebiasaan (خارق للعادة).

Nah, dalam hubungannya dengan Dajjal itu adalah bahwa di antara hal yang di luar kebiasaan itu ada yang disertai pengakuan dan ada yang tidak pakai pengakuan. Kalau dalam pengakuan, maka ada pengakuan sebagai Tuhan, kenabian, kewalian, dan pengakuan sihir atau ketaatan pada setan.

Yang mengaku sebagai Tuhan misalnya adalah Fir'aun, dan nanti di akhir zaman, yang mengaku sebagai Tuhan adalah Dajjal.

Dajjal adalah fitnah terbesar yang bisa memporak-porandakan iman. Karena itu penting sekali selalu membaca Al-Kahfi dan merenungi maknanya. 

Dalam surat itu juga disebut keyakinan yang salah dengan menyatakan bahwa Allah punya anak. 

Berikut adalah tiga golongan yang meyakini bahwa pertama, Allah punya anak, yaitu para kafir Arab yang menyatakan bahwa malaikat adalah anak putrinya Allah. Kedua, Nasrani yang menyatakan bahwa Al-Masih adalah putra Allah. Ketiga, Yahudi yang menyatakan bahwa Uzair adlh putra Allah (Fakhruddin ar-Razi, Mafâtihul Ghaib, juz 21: 7).

Ketiga keyakinan itu salah. Islam sudah menggariskan Allah adalah Dzat yang Esa. Tidak beranak dan tidak diperanakkan.

ولا تقومُ الساعةُ حتى يُبْعَثَ دجالونَ كذابونَ ، قريبًا من ثلاثينَ ، كلُّهم يزعُمُ أنه رسولُ اللهِ

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga dibangkitkan ‘dajjal-dajjal’ pendusta yang jumlahnya mendekati tiga puluh, semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah.” (HR Bukhari nomor 3609)


Ustadz Yusuf Suharto, Peneliti Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur

Share: