Home Khutbah Hikmah Ekonomi Syariah Bathsul Masail Ubudiyah Fiqih Difabel Warisan Zakat Nikah Video Foto Download

Tata Cara Khutbah Idul Fitri di Rumah

Tata Cara Khutbah Idul Fitri di Rumah
Penyampaian khutbah id tetap disunnahkan meski shalat id dilaksanakan di rumah dengan jamaah terbatas, anggota keluarga karena uzur Covid-19. (Ilustrasi: NU Online/Mahbib)
Penyampaian khutbah id tetap disunnahkan meski shalat id dilaksanakan di rumah dengan jamaah terbatas, anggota keluarga karena uzur Covid-19. (Ilustrasi: NU Online/Mahbib)
Rangkaian khutbah idul fitri berbeda dengan khutbah Jumat. Khutbah idul fitri disampaikan setelah shalat idul fitri dua rakaat. Sementara khutbah Jumat disampaikan sebelum shalat Jumat dua rakaat.

Penyampaian khutbah idu fitri tetap disunnahkan meski shalat idul fitri dilaksanakan di rumah dengan jamaah terbatas, anggota keluarga karena uzur Covid-19. Adapun berikut ini adalah rangkaian pelaksanaan khutbah idul fitri.

Khutbah Pertama
1. Menghadap jamaah.
2. Mengucap salam.
3. Takbir (allāhu akbar sebanyak 9 kali)
4. Membaca tahmid/hamdalah (alhamdulillāh…)
5. Membaca shalawat nabi (allahumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad…)
6. Membaca wasiyyat bit taqwa (ūshīkum wa iyyāya bi takwallāh…)
7. Menyampaikan nasihat ketakwaan (sejenak) terutama soal penting zakat fitrah.
8. Membaca salah satu ayat Al-Qur’an.
9. Menutup khutbah pertama (bārakallāhu lī wa lakum, wa nafa‘anī wa iyyākum…)

Khutbah Kedua
1. Membaca takbir (allāhu akbar sebanyak 7 kali)
2. Membaca tahmid/hamdalah (alhamdulillāh…)
3. Membaca shalawat nabi (allahumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad…)
4. Membaca wasiyyat bit taqwa (ūshīkum wa iyyāya bi takwallāh…)
5. Membaca salah satu ayat Al-Qur’an (terlebih jika pada khutbah pertama ayat Al-Qur’an belum dibaca).
6. Membaca doa ampunan untuk umat Islam (allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt…)
7. Doa sapu jagat (rabbanā ātinā fid duniyā hasanah…)
8. Menutup khutbah kedua (‘ibādallāh, innallāha ya’murukum bil ‘adli wal ihsān…)
9. Mengucap salam.

Adapun berikut ini adalah keterangan mazhab Syafi'i perihal khutbah idul fitri.

فيسن بعد صلاة العيد خطبتان علي منبر وإذا صعد المنبر اقبل علي الناس وسلم عليهم وردوا عليه كما سبق في الجمعة ثم يخطب كخطبتي الجمعة في الاركان والصفات إلا أنه لا يشترط القيام فيهما

Artinya, “Setelah shalat idul fitri, (khatib) dianjurkan untuk menyampaikan dua khutbah di atas mimbar. Jika telah naik ke atas mimbar, khatib menghadap jamaah dan memberi salam kepada mereka dan mereka menjawab salam khatib sebagaimana penjelasan pada bab Jumat. Khatib kemudian berkhutbah seperti dua khutbah Jumat, baik rukun maupun sifatnya. Hanya saja pada khutbah shalat idul fitri, khatib tidak disyaratkan untuk berdiri pada saat khutbah,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz V, halaman 25).

“Khatib pada shalat idul fitri boleh duduk atau rebahan meski mampu berdiri. Tetapi tentu saja yang lebih utama khatib menyampaikan khutbah sambil berdiri. Khatib dianjurkan untuk memisah dua khutbah dengan duduk sejenak sebagaimana ia memisah kedua khutbah Jumat,” (Lihat Imam An-Nawawi, 2010 M: V/25).

Adapun hukum penyampaian khutbah Jumat adalah wajib. Sementara hukum penyampaian khutbah idul fitri​​​​​​​ adalah sunnah. Dengan demikian, jika tidak ada jamaah yang memiliki kemampuan untuk berkhutbah, maka khutbah idul fitri​​​​​​​ ditiadakan dan shalat idul fitri-nya tetap sah.

وانه لو تركها صحت صلاته

Artinya, “Sungguh, jika khutbah idul fitri​​​​​​​ ditinggalkan, maka shalat idul fitri-nya tetap sah,” (Lihat Imam An-Nawawi, 2010 M: V/29). Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)
 
Baca contoh materi khutbah seputar momen lebaran di Kumpulan Khutbah Idul Fitri Terfavorit
BNI Mobile