Home Khutbah Bahtsul Masail Ubudiyah Sirah Nabawiyah Tafsir Hikmah Zakat Nikah/Keluarga Ilmu Tauhid Ekonomi Syariah Doa Jenazah Tasawuf/Akhlak Doa Haji, Umrah & Qurban Tafsir Mimpi Shalawat/Wirid Ilmu Hadits

Hukum Menyalurkan Zakat di Wilayah Lain

Hukum Menyalurkan Zakat di Wilayah Lain
Ternyata ada juga pendapat dalam Mazhab Syafi'i yang membolehkan pemindahan zakat dari satu daerah ke daerah lainnya. 
Ternyata ada juga pendapat dalam Mazhab Syafi'i yang membolehkan pemindahan zakat dari satu daerah ke daerah lainnya. 

Pendapat yang masyhur (populer) dalam Mazhab Syafi'i menyatakan ketidakbolehan memindah zakat dari satu daerah ke daerah lainnya.


Syekh Zainuddin al-Malibary dalam Kitab Fathul Mu'in (edisi bersama Ianatut Thalibin), halaman 198 menyatakan, 


ولا يَجوزُ لِمالِكٍ نقْلُ الزّكاةِ عنْ بلدِ الْمال ولوْ إلى مسافةٍ قريبةٍ، ولا تُجزِئ


Artinya, "Tidak diperbolehkan bagi pemilik harta zakat memindahkan zakat dari daerah harta itu, sekalipun ke daerah yang berdekatan, dan zakat tidak dapat mencukupinya (tidak sah)." 


Dalam Kitab At-Taqrirat As-Sadidat dinyatakan, 


لا يجوزُ نقل الزكاة مِن بلد المُزكّي إلى بلدٍ آخَر عَلى المشْهور


Artinya, "Memindah zakat dari daerah pezakat ke wilayah lain tidak boleh menurut pendapat yg masyhur dalam Mazhab Syafi'i."


Namun, ternyata ada juga pendapat dalam Mazhab Syafi'i yang membolehkan pemindahan zakat dari satu daerah ke daerah lainnya. 


Sayyid al-Bakry ('Ianatut Thalibin, juz 2, halaman 187) mengutip pendapat Ibn 'Ujayl menuliskan bahwa ada tiga masalah tentang fatwa zakat yang menyelisihi pendapat dalam mazhab Syafi'i, di antaranya adalah tentang (kebolehan) pemindahan zakat (dari satu daerah ke daerah lainnya).


Mengutip pendapat Ibn 'Ujayl, Syekh Hasan ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Salim al-Kaf dalam At-Taqrirat as-Sadidat, Qismul Ibadat, halaman 426 menulis,


قال الإمامُ ابن عُجيل رحمه الله: ثلاثُ مسائلَ يُفتى بها على غيرِ المشهورِ فى مذهب الإمامِ الشافعي، وهي......جوازُ نقل الزّكاة مِن موضِعها إلى بلدٍ آخرَ


Artinya, "Imam Ibn 'Ujail berkata,'Ada tiga masalah yang difatwakan dalam pendapat yang tidak populer (ghair al-masyhur) dalam mazhab Imam Syafi'i, yaitu (di antaranya adalah).... kebolehan memindahkan zakat dari tempat asalnya ke daerah lainnya."


Dalam catatan pinggir "Taqrirat Syarifah" yang dicetak dalam Fathul Mu'in, beserta 'Ianatut Thalibin, Sayyid al-Bakry ditanya tentang pemindahan zakat harta dari Tanah Jawa ke Mekah dan Madinah dengan berharap pahala sedekah kepada para fakir tanah al-Haramain, beliau menjawab bahwa ada perbedaan yang banyak di antara para ulama tentang pemindahan zakat. Yang masyhur dalam mazhab Syafi'i adalah terlarang memindah zakat ketika di daerah asal, masih ada para mustahiq (penerima) zakat.


Adapun pendapat muqabil al-masyhur adalah kebolehan memindahkan zakat, yang ini adalah mazhab Imam Abu Hanifah, dan banyak dari kalangan mujtahid, di antaranya adalah Imam al-Bukhari.


Apakah boleh mengambil pendapat pemindahan zakat? Dikutip dalam catatan pinggir 'Ianatut Thalibin karya Sayyid al-Bakry halaman 187, menjawab boleh,


أنّ القول بالنّقل يُوجَد فى مذهب الشّافعِي ويجوزُ تقليدُه والعملُ بِمُقتضَاه


Artinya, “Sesungguhnya pendapat pemindahan (zakat dari satu daerah ke daerah lain), ditemukan dalam mazhab Syafi'i, dan boleh bertaklid dengan pendapat ini dan melaksanakan ketentuannya."


Ustdaz Yusuf Suharto, pegiat Aswaja NU Jawa Timur

Terkait

Zakat Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya