Home Khutbah Hikmah Ekonomi Syariah Bathsul Masail Ubudiyah Fiqih Difabel Warisan Zakat Nikah Video Foto Download

Pip dan Lot dalam Trading Forex serta Kedudukannya dalam Fiqih Transaksi

Pip dan Lot dalam Trading Forex serta Kedudukannya dalam Fiqih Transaksi
Pip dalam istilah “trading forex”, setara kedudukannya dengan nisbah bagi hasil dalam suatu penyertaan modal.
Pip dalam istilah “trading forex”, setara kedudukannya dengan nisbah bagi hasil dalam suatu penyertaan modal.

Ketika melakukan trading, Anda pasti akan disuguhi dengan istilah lot dan pip. Apa itu pip, dan apa itu lot? Apa kedudukannya dalam fiqih transaksi? Berikut ini, penulis akan menyajikan rangkaian pembahasannya. Sudah barang tentu, kedua istilah ini hanya digunakan untuk kategori broker Forex yang resmi dan dijamin legalitasnya.

 

Legalitas broker Forex ini, Anda bisa ketahui dengan mengakses situs resmi Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Adapun untuk istilah yang dikenalkan oleh broker tidak resmi, maka penulis tidak bertanggung jawab akan benarnya penggunaan untuk keperluan melakukan niaga secara online berbasis kontrak satu ini. Sebab, bagaimanapun juga, EA adalah software dengan bahasa pemrograman. Tanpa tersertifikasinya EA, maka jangan pernah berharap untuk mendapatkan profit dalam niaga Anda! Sinyal trading bisa diubah semaunya oleh pihak broker. Oke, kita langsung masuk saja pada kajian.

 

Apa itu Pip?

Berdasarkan penjelasan dari investopedia, pip merupakan akronim dari percentege in point (persentase per basis poin) atau price interest point (harga poin suku bunga). Untuk lebih jelasnya, berikut ini penulis kutipkan definisi Pip menurut investopedia, yaitu sebagai berikut:

 

“Pip is an acronym for "percentage in point" or "price interest point." A pip is the smallest price move that an exchange rate can make based on forex market convention. Most currency pairs are priced out to four decimal places and the pip change is the last (fourth) decimal point. A pip is thus equivalent to 1/100 of 1% or one basis point.”

 

(Pip merupakan akronim dari “percentage in point”, atau “price interest point”. Pip menyatakan satuan harga terkecil perubahan yang terjadi pada rasio nilai tukar [kurs], dan perubahan ini merupakan landasan utama bagi kinerja pasar valas [valuta asing]. Adat yang berlaku bahwa setiap pasangan mata uang senantiasa dihargai dengan 4 angka desimal di belakangnya. Dan perubahan yang terjadi pada angka terakhir dari desimal (angka keempat), dinyatakan sebagai harga perubahan Pip. Alhasil, satu pip adalah equivalen dengan [1/100 dari 1%] satu basis poin [bps] pergerakan).

 

Dengan mencermati definisi di atas, maka basis poin (bps) pergerakan juga bisa disebut sebagai istilah pip move. Di dalam trading forex, nilai ini sudah ditetapkan secara konstan. Nilai konstan dari bps atau pip move adalah sebesar 1/100 x 1% = 0,0001.

 

Di Indonesia, ada beberapa broker yang mengenalkan pip hingga 5 sampai 6 angka di belakang desimal. Namun, standar yang berlaku tetap dihitung berdasar standar 1 pip adalah setara 0,0001. Adapun di belakang angka 1 (misalnya, 0,000123, maka angka 2 menyatakan besaran 0,2 pip, dan angka 3 menyatakan 0,03 pip.

 

Jadi, apabila disajikan sebuah pip dengan nilai tertera 1.234567, maka angka ini bisa dibaca dari belakang, yaitu 7, adalah setara dengan 0,07 Pip. 6, dibaca 0,6 pip. 5 dibaca 5 pip. 4 dibaca 40 pip. 3 dibaca 300 pip. 2, dibaca 2000 pip. 1 dibaca 10.000 pip.

 

Dari Mana Data Pip Berasal?

Dalam trading forex, transaksi pembelian mata uang asing meniscayakan adanya pemasangan. Selisih pergerakan antara saat beli dengan saat jual salah satu pasangan ini, disebut dengan keuntungan, yang selanjutnya disebut dengan pip. Mari kita cermati mengenai selisih pemasangan ini.

 

Kita ambil contoh asumsi praktisnya, pasangan mata uang GBP/USD dengan mata uang selaku quote currency (mata uang yang dijadikan standar kurs) adalah USD. Misalnya terjadi pergerakan harga GBP terhadap dolar sebesar 20.140 ke 20.159. Maka nilai keuntungan adalah terjadi sebesar 19 pip (dengan catatan jika trader langsung memutuskan berhenti saat itu juga). Jadi, jelas bukan, apa itu pip?

 

Sebagai catatan, bahwa sejauh penelusuran peneliti, beberapa instrumen trading (misalnya Metrader 4 atau 5), senantiasa menggunakan sejumlah mata uang yang dipasangkan dengan dolar selaku quote currency (kuota berbasis satuan mata uang). Yang umum dipasangkan adalah mata uang sebagaimana terlampir dalam situs kurs dolar ini:  kursdollar.org). Tidak ada rupiah di dalamnya. Alhasil, jika hasil keuntungan itu hendak dikonversi ke rupiah, maka harus melihat juga kurs rupiah terhadap mata uang yang sedang ditransaksikan.

 

Kontrak Trading (Lot)

Maksud dari kontrak trading (lot) di sini adalah jumlah modal yang disertakan (per basis poin atau per pip) selama durasi waktu tertentu (time frame) dengan besaran tertentu yang dinyatakan dalam pip oleh seorang trader.

 

Sebagai ilustrasinya, Anda bekerjasama dengan seseorang untuk melakukan kulak barang guna dijual bersama-sama dan untung rugi ditanggung bersama. Modal yang Anda miliki adalah sebesar 100 juta. Dari setiap pembelian barang sebesar 10 juta, Anda mengadakan kesepakatan dengan teman Anda tersebut bahwa modal Anda yang diikutkan adalah sebesar 1 juta per belanja 10 jutanya, sehingga nisbah yang Anda punya adalah sebesar 10% per pembelian atau penjualan sil’ah (aset).

 

Uang Anda sebesar 100 juta adalah total ra’sul maal (modal yang siap disertakan/lot). Angka sebesar 1 juta merupakan kuota transaksi per 10 juta pembelian atau penjualan aset. Dengan demikian, 10% adalah nisbah modal dan sekaligus akan menjadi acuan bagi hasil yang Anda sertakan per pembelian atau penjualan aset. Jika keuntungan itu dinyatakan dengan pip (misal 100 pip), maka keuntungan yang Anda dapat dari penjualan 1 aset, adalah 10% dari 100 pip, sama dengan 1 pip. Jika 100 pip itu nilainya 100 ribu rupiah, maka keuntungan yang Anda dapat adalah 1000 rupiah per titik. Hal yang sama juga berlaku apabila terjadi kerugian. Maka kerugian yang Anda tanggung adalah 1000 rupiah per titik transaksi.

 

Karena modal Anda besarnya adalah 100 juta, sementara kuota transaksi yang Anda sertakan adalah 1% dari 100 juta untuk tiap kali pembelian 1 aset, maka Anda memiliki 100 kali peluang penyertaan modal dalam transaksi. Sudah barang tentu, karena harga aset dan jumlah aset yang terbeli dengan uang sebesar 10 juta itu bisa bermacam-macam harga beli dan jualnya, maka keuntungan yang Anda peroleh akan beragam sesuai dengan banyaknya peluang penyertaan tersebut. Tidak selalu 1000, bahkan bisa lebih, bisa pula kurang. Bisa untung (profit), bisa juga buntung (loss). Dari seluruh profit & loss itu, meniscayakan bagi hasil dan bagi kerugian. Jumlahnya, bisa ditotal di akhir kontrak penyertaan modal anda.

 

Kontrak sebagaimana telah diilustrasikan ini, bila dilakukan dalam trading sekuritas atau valas, maka 100 juta itu adalah lot. Alhasil, lot adalah menyatakan ra’su al-maal.

 

Jadi, lot bisa juga didefinisikan sebagai total modal yang Anda sertakan untuk dijabarkan dalam “kontrak jual atau beli aset per transaksi pembelian” sehingga berpeluang untuk mendapatkan keuntungan dan kerugian per “peluang kontrak transaksi”, dan dijadikan acuan bagi hasil dan kerugian. .

 

Ada 4 standar lot yang berlaku dalam dunia trading forex, yaitu lot standar (100.000), lot mini (10.000), lot mikro (1.000), dan lot nano (100). Bagaimana relasi antara lot ini dengan pip-nya dalam trading, mari simak penjelasan berikut!

 

Relasi antara Pip dan Kontrak Penyertaan Modal (Lot)

Sebagaimana telah dijelaskan di muka, bahwa pip menyatakan besaran keuntungan atau kerugian. Sementara lot adalah menyatakan besaran modal (ra’su al-mal) yang disertakan oleh seorang trader, yang kelak dijabarkan sesuai kuota transaksi yang disepakati dalam aksi jual atau beli sil’ah (komoditas suplai /’aradl).

 

Sebagai misal, Anda ingin melakukan transaksi pasangan GBP/USD, dengan lot standar sebesar 100.000 USD. Angka ini memiliki maksud, bahwa modal yang Anda sertakan untuk melakukan transaksi jual atau beli valas adalah sebesar 100.000 USD.

 

Karena 1 pip transaksi adalah bernilai konstan sebesar 0,0001, maka kuota modal Anda yang akan disertakan per transaksi jual atau beli, adalah sebesar 10 USD. Angka ini diperoleh dari hasil perkalian 100.000 USD x 0,0001 = 10 USD. Peluang Anda untuk melakukan transaksi adalah sebesar 100.000 USD : 10 USD = 10.000 titik (basis poin), sehingga kuota lot Anda terpenuhi sebesar 100.000 USD.

 

Bagaimana bila Anda memutuskan untuk ikut lot mini sebesar 10.000 USD. Dengan cara penghitungan yang sama, maka kontrak penyertaan modal Anda adalah sebesar 1 USD per titik transaksi (basis poin). Jumlah peluang transaksi Anda adalah sebesar 10.000 titik dengan 1 titiknya berharga 1 USD.

 

Kapan titik (poin) itu habis?

Titik (poin) yang Anda sertakan akan habis sesuai dengan durasi waktu (time frame) yang Anda tentukan dengan jalan mengkonfigurasi robot trading. Misalnya Anda menetapkan waktu selama 3 jam. Maka kontrak penyertaan modal sebesar lot standar itu akan habis setelah durasi waktu 3 jam itu.

 

Berapa lama durasi waktu 1 titiknya?

Jika waktu kontrak yang Anda ambil adalah 3 jam, maka itu berarti ada kurang lebih 10.800 detik. Dengan demikian lama durasi waktu kontrak per titiknya adalah sebesar 10.800 detik : 10.000 titik = 1,08 detik per poin transaksi jual atau beli.

 

Menghitung Profit dan Loss berdasar Pip

 

Suatu misal, Anda melakukan trading pasangan GBP/USD dengan transaksi lot standar. Harga saat melakukan entry poin (masuk) adalah sebesar 1.323 GBP. Dan harga saat exit poin (keluar) adalah sebesar 1.330 GBP. Berarti terjadi pergerakan dengan selisih sebesar 7 pip.

 

Karena 1 pip terhadap lot standar adalah setara dengan kontrak 10 USD per titik transaksi, maka keuntungan yang Anda dapat adalah sebesar 7 pip x 10 USD = 70 USD (per titik transaksi). Jika dalam transaksi sebanyak 10 ribu titik, Anda untuk terus sebesar 7 pip, maka keuntungan yang Anda dapat adalah setara 70 USD x 10.000 poin = 700.000 USD.

 

Hal sebaliknya bisa terjadi apabila harga di exit poin mengalami kejatuhan terus. Maka besaran kerugian, bisa dihitung dengan jalan mengalikan 70 USD x 10.000 poin = 700.000 USD loss. Namun, kedua kondisi ini sangat kecil kemungkinan terjadi. Sebab, perubahan yang terjadi pada kurs mata uang, tidak akan pernah mengalami hal semacam itu dan bahkan cenderung konstan.

 

Yang perlu dicatat, adalah angka 10 USD adalah menyatakan modal yang Anda sertakan per poin transaksinya. Alhasil, kedudukan 10 USD terhadap total lot 100.000 USD adalah menyatakan:

  1. nisbah penyertaan modal per poin transaksi
  2. nisbah bagi hasil yang Anda dapat bila terjadi keuntungan per poin transaksi
  3. nisbah bagi kerugian yang harus Anda bayarkan ketika terjadi kerugian per poin transaksi
  4. 10 USD menempati nisbah 1% dari total 1.000 USD per modal transaksi yang dibutuhkan dalam satu transaksi jual atau beli.

 

Dengan mencermati terhadap Ilustrasi ini, maka adalah rasional bila kemudian 10 USD tersebut dijadikan faktor pengali bagi pip untuk menyatakan keuntungan (ribhun) yang harus disampaikan kepada trader, atau untuk menyatakan kerugian yang harus disampaikan kepada trader. Ingat dengan akronim dari PIP sebagai percentage in point atau price interest point!

 

Aspek Fiqih Trading Berdasar Pip dan Lot

Dengan mencermati gambaran dan uraian sebagaimana yang telah diuraikan di atas, maka “pip” dalam istilah “trading forex” setara kedudukannya dengan nisbah bagi hasil dalam suatu penyertaan modal. Karena trading forex memiliki objek niaga berupa valas (valuta asing), maka pip secara tidak langsung adalah menyatakan nisbah bagi hasil dari akad bai’ murabahah atau akad sharf.

 

Dengan demikian, pip sesuai dengan akronimnya dapat diartikan sebagai berikut:

  1. Pip sebagai akronim dari percentage in point, maka bisa diartikan sebagai nisbah penyertaan modal dalam satu titik transaksi jual ‘aradl (supply).
  2. Pip sebagai akronim dari price interest point, maka bisa diartikan sebagai selisih harga jual dan beli per titik transaksi jual ‘aradl (supply).

 

Adapun lot adalah menyatakan besaran ra’su al-mal (total modal disertakan) yang digunakan untuk mendatangkan stock aradl (supply) yang terdiri dari valas (mata uang asing). Wallahu a’lam bish-shawab

 

 

Muhammad Syamsudin, Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah - Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur

 

Posisi Bawah | Youtube NU Online