IMG-LOGO
Doa

Doa Lengkap Sesudah Makan

Kamis 17 Maret 2016 23:0 WIB
Share:
Doa Lengkap Sesudah Makan
Kalau pembuka makan diisi dengan doa, alangkah baiknya kalau sesudah makan ditutup dengan doa. Doa makan merupakan bentuk syukur kepada Allah atas nikmat makan yang baru saja diterima. Berikut ini alternatif doa yang bisa dibaca sesudah makan.

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنَا إِيَّاهُ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ

Alhamdulillâhilladzî ath‘amanâ hadzat tha‘âma wa razaqanâ iyyâhu min ghairi haulin minnî wa lâ quwwatin.

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami makan dengan makanan ini dan telah mengaruniakan kami akan itu makanan dengan tiada daya dan upaya dari kami,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Adapula doa sesudah makan sebagaimana berikut ini.

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ المُسْلِمِيْنَ

Alhamdulillâhilladzî ath‘amanâ wa saqânâ wa ja‘alanâ minal muslimîn.

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan telah memberi kami minum, dan menjadikan kami termasuk orang yang patuh.”

Makan dan minum tampaknya memang upaya manusia. Tetapi pada hakikatnya semua upaya manusia itu tidak bermakna apapun tanpa pertolongan Allah SWT. (Alhafiz K)

Share:
Rabu 16 Maret 2016 11:0 WIB
Doa ketika Turun Hujan
Doa ketika Turun Hujan
Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhâri, saat melihat hujan, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam mengucapkan:

اللَّهُمَّ صَيِّباً نافِعاً

Artinya, “Duhai Allah, turunkanlah pada kami hujan (lebat) yang bermanfaat.”

Beliau membaca doa tersebut hingga dua atau tiga kali. Rasulullah juga berpesan untuk memanfaatkan hujan sebagai momen berdoa karena dalam rentang waktu itu termasuk saat-saat mustajab. Nabi bersabda:

اطْلُبُوا اسْتِجابَةَ الدّعاءِ عِنْدَ التِقاءِ الجُيُوشِ وَإقَامَةِ الصَّلاةِ وَنُزُولِ الغَيْثِ

Artinya, “Burulah manjurnya doa ketika perang berkecamuk, iqamah shalat, dan turunnya hujan.”
(Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)
Rabu 16 Maret 2016 9:0 WIB
Banser Pati Dibekali Wawasan Tiga Tipe Kepemimpinan
Banser Pati Dibekali Wawasan Tiga Tipe Kepemimpinan
Pati, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, membekali para anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan berbagai macam tipe kepemimpinan. Wawasan ini menjadi modal dasar bagi para kader untuk terjun dalam organisasi pergerakan seperti GP Ansor.

Pembekalan tersebut di antaranya muncul dalam Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Kecamatan Tayu. "Pemimpin banyak yang muncul dari pendidikan seperti ini, sehingga kami bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanah yang diberikan PC (Pimpinan Cabang GP Ansor Pati)," ungkap Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Pati Imam Syafi'i di kantor PCNU Pati, Selasa (15/3).

Seperti yang tampak dalam Diklatsar Banser pada 11-13 Maret di MI Islamiyah Purwokerto, Tayu. Mereka dikenalkan tentang tiga tipe kepemimpinan, antara lain kepemimpinan kharismatik, kepemimpinan demokratis dan kepemimipinan otoriter.

Dijelaskan, kepemimpinan kharismatik menitikberatkan pada kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain lewat pembawaannya yang cakap, daya tarik yang konseptual, serta kekuatan energi positif yang dimiliki. Seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan kharismatik akan mempunyai banyak pengikut. Sedangkan kepemimpinan demokratis berorientasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kepemimpinan Demokratis menghargai potensi setiap manusia dalam konsep individual dan memberikan kebebasan berpendapat dalam suatu keorganisasian. Tipe kepemimpinan ini berlawanan dengan kepemimpinan otoriter.

Penentuan arah kebijakan Banser dinilai sudah jelas. Sebagai salah satu unsur dalam badan otonom NU GP Ansor ini bertugas menjaga ulama dan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Banser lahir dari rahim NU dan salah satu badan semiotonom GP Ansor. Jadi wajar kalau Banser berada di bawah komando para kiai," ucap Tim Instruktur Diklatsar Satkorcab Pati. (Hasannudin/Mahbib).


Senin 14 Maret 2016 23:1 WIB
Doa saat Kuping Berdenging
Doa saat Kuping Berdenging
Terkadang muncul suara berdenging di telinga. Suara yang cukup mengganggu di telinga ini kadang muncul tanpa sebab yang pasti. Rasa-rasanya seperti lebah atau nyamuk terbang berputar-putar di dalam lubang telinga yang tidak seberapa luas itu.

Konon suara berdenging merupakan tanda orang lain memperbincangkan si empunya telinga. Allahu a’lam. Tetapi kita tidak boleh berburuk sangka. Doa ini baiknya dibaca saat telinga berdenging.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذَكَرَهُ اللهُ مَنْ ذَكَرَنِيْ بِخَيْرٍ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin, dzakarahullâhu man dzakaranî bikhairin.

Artinya, “Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas sayyidina Muhammad dan atas keluarga sayyidina muhammad. Semoga Allah menyebut dengan rahmat orang yang menyebutku dengan kebaikan,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Apapun gejalanya, doa masih lebih baik daripada mengikuti pelbagai sangka-sangka. Semoga Allah mengingatkan kita semua pada doa ini saat telinga berdenging dan menjauhkan kita dari pelbagai sangka-sangka. (Alhafiz K)