IMG-LOGO
Trending Now:
Doa

Doa Rasulullah SAW ketika Dilanda Amarah

Sabtu 12 November 2016 18:3 WIB
Share:
Doa Rasulullah SAW ketika Dilanda Amarah
Foto: Ilustrasi
Manusia kadang mengalami kemarahan selain  sedih, bahagia, dan gembira. Kalau sudah hati sudah murka, banyak hal negatif biasanya menyusul. Hati yang murka membuat kalap, akal sehat tidak bekerja sehingga sikap yang diambil sering tidak terkendali.

Rasulullah SAW sejak awal menyadari bahayanya kondisi seseorang di bawah pengaruh kemarahan. Karenanya Rasulullah SAW mengajarkan bagaimana cara mengatasi amarah yang sedang bergejolak di dalam batin seseorang.

Rasulullah SAW mengajarkan antara lain doa sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allâhummaghfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî minas syaithâni.

Artinya, “Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.”

Orang yang sedang dilanda amarah sekurang-kurangnya membaca ta’awudz. Tetapi alangkah baiknya yang bersangkutan berwudhu lalu melakukan shalat dua raka’at. Setelah itu ia berdoa kepada Allah dan memohon petunjuk kepada-Nya. Riwayat doa ini disebutkan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Tags:
Share:
Jumat 11 November 2016 20:5 WIB
Ini Istighfar Rasulullah SAW Ketika Sujud
Ini Istighfar Rasulullah SAW Ketika Sujud
Sujud adalah salah satu momentum di mana Allah SWT dan hamba-Nya begitu dekat. Rasulullah SAW memanfaatkan kesempatan ini untuk memohon ampun atas segenap kekurangannya di hadapan Allah.

Istighfar ini dibaca Rasulullah SAW di salah satu sujudnya.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ كُلَّه دِقَّهُ وَجُلَّه ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَه ، وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّه

Allâhummaghfirlî dzanbî kullah, diqqahû wa jullah, wa awwalahû wa âkhirah, wa ‘alâniyatahû wa sirrah.

Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku dari segala dosa baik kecil maupun besar, awal maupun akhir, dan dosa yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.”

Pilihan kalimat dalam istighfar di atas tampak begitu kuat dan menyeluruh. Rasulullah SAW mengajarkan istighfar ini untuk umatnya yang penuh dosa. Riwayat permohonan ampunan dosa ini disebutkan oleh Imam Nawawi di dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Selasa 8 November 2016 20:4 WIB
Doa Ketika Ditraktir Makan
Doa Ketika Ditraktir Makan
Sebelum mengambil suapan, kita dianjurkan untuk membaca doa sebelum makan. Demikian pula setelah makan. Kita dianjurkan untuk membaca doa setelah makan sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT. Tetapi ketika ditraktir makan, kita juga dianjurkan untuk berterima kasih kepada yang bersangkutan.

Selain berterima kasih, Rasulullah SAW juga mengajarkan ita untuk mendoakan orang yang mentraktir kita. Demikian ini doanya.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقَتْهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

Allâhumma bârik lahum fî mâ razaqtahum, waghfir lahum, warhamhum.

Artinya, “Tuhanku, berkatilah mereka (yang mentraktirku) pada nikmat yang Kau anugerahkan kepada mereka. Ampuni dan rahmatilah mereka.”

Doa ini dibaca oleh Rasulullah SAW ketika salah seorang sahabatnya memberinya makan. Hadits ini disebutkan Imam Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Selasa 8 November 2016 6:4 WIB
Doa Lihat Kebaikan dan Keburukan
Doa Lihat Kebaikan dan Keburukan
Mata tidak lepas dari aktivitas melihat baik hal yang disukai maupun yang tidak disukai. Namun demikian semua hal itu tetap harus disyukuri. Semuanya harus dikembalikan kepada Allah SWT. karenanya Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika melihat hal yang disukai.

الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Alhamdulillâhilladzi bini‘matihî tatimmus shâlihât

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang dengan-Nya kebaikan-kebaikan menjadi sempurna.”

Sementara ketika melihat hal yang tidak menyenangkan Rasulullah mengajarkan doa ini.

الحَمْدُ للهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Alhamdulillâhi alâ kulli hâl

Artinya, “Segala puji bagi Allah atas segala keadaan.”

Doa ini mengajarkan umat Islam untuk selalu mengingat Allah SWT dalam segala kondisi. Doa ini disebutkan Imam Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)