IMG-LOGO
Internasional

Masjid Tempat Aswaja Center di Belanda Semula Gereja

Rabu 29 Maret 2017 16:00 WIB
Masjid Tempat Aswaja Center di Belanda Semula Gereja
Den Haag, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda mendirikan Aswaja Center di Masjid al-Hikmah PS Indonesia di Den Haag, Belanda. Siapa sangka masjid ini dulunya adalah sebuah gereja.

Menurut Duta Besar RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie, sebelum menjadi masjid,  bangunan tersebut mulanya berupa Gereja Immanuel.

"Dulu ini tidak ada lantainya, isinya kursi kayak gedung bioskop, makin ke belakang makin tinggi. Bersama teman-teman yang lain, saya menjadi saksi pembangunan masjid ini," kenang Fananie seperti dilaporkan Hamzah Sahal dari Den Haag, Selasa (28/3) siang waktu setempat. Fananie pernah menempuh studi S2 di Belanda.

Sebelum menjadi masjid, bangunan itu bernama Mushala al-Ittihad. Hingga pada tahun 1995 diresmikan sebagai masjid dengan nama al-Hikmah. Prosesi peresmian bersamaan dengan perayaan Maulid Nabi. “Kami mendatangkan Almagfurlah KH. Zainuddin MZ sebagai penceramah dan qoriah terkenal Hj. Maria Ulfa," ungkap Fananie yang juga punya kenangan personal, yakni melangsungkan akad nikah di sana pada tahun 1996.

Kegiatan di tempat itu, lanjutnya, cukup beragam, mulai dari akad nikah, pertemuan masyarakat Islam di Belanda, kegiatan PCINU Belanda. “Dan hari ini, berdiri Aswaja Center. Subhanallah,"  tutur Fananie.

Banyak nama tercatat sebagai pendiri, antara lain Ahmad Hambali Maksum, Naf'an, Muhammad Khoiron (almarhum), Mujahid Danun, William Satrian Putra, Saiful Hadi (putra KH Idham Chalid), Nur Hasyim.

Sudarmanto Kadarisman yang saat itu Duta Besar RI untuk Belanda sangat mendukung. "Sudarmanto mendukung penuh, meski beliau Katolik," tambah William Satrian Saputra.

Masjid Al-Hikmah sebagai tempat Aswaja Center berdiri di atas tanah seluas 2000 meter persegi. Bangunan terdiri dari dua lantai itu ada di kompleks perumahan di Heeswijkplein 170-171, Den Haag.

Lantai pertama buat kantor, perpustakaan, dapur, tempat tinggal, dan lain-lain. Di lantai satu pulalah terdapat plakat hitam bertuliskan "Immanuelkerk Ingewijd, 24 Januari 1957".

"Plakat gereja Immanuel tetap kami biarkan menempel di dinding sebagai bukti sejarah, bukan hanya kenang-kenangan. Sejarah itu mengandung hikmah," kata KH Nur Hasyim ketua Yayasan yang menaungi masjid tersebut yang kini menjadi Rais Syuriyah PCINU Belanda. Lantai dua adalah tempat untuk shalat, pengajian, pertemuan-pertemuan, dan lain-lain.

Ketua PCINU Belanda Fakhrizal Affandi berharap dengan adanya Aswaja Center kegiatan keislaman di Belanda makin semarak, baik kajian, amaliyah, ataupun dakwah. (Red: Mahbib)

Share: