IMG-LOGO
Trending Now:
Quote Islami
MUTIARA RAMADHAN

Ciri Orang Takwa (2): Menahan Amarah

Kamis 24 Mei 2018 3:30 WIB
Ciri Orang Takwa (2): Menahan Amarah
Firman Allah:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَـــافِينَ عَنِ النَّــاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُـحْسِنِــينَ

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) pada saat sarrâ’ (senang) dan pada saat dlarrâ’ (susah), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 134)

Kata al-kâdhim (orang yang menahan) adalah satu rumpun dengan kata al-kadhîmah yang berarti termos.

Sebuah termos, sepanas apapun air yang ada di dalamnya, ia mampu meredam panas isinya hingga orang yang memegangnya tak merasakan panasnya. Sebuah termos hanya akan mengeluarkan air panasnya bila jelas manfaatnya.

Maka demikianlah orang yang bertakwa, yang mampu menahan amarahnya. Ia mampu menyembunyikan amarahnya hingga orang-orang yang ada di sekitarnya tak tahu bahwa ia sedang marah. Sebagaimana termos, orang yang bertakwa hanya akan melampiaskan kemarahannya bila nyata kemanfaatannya.

Sesungguhnya ia memiliki peluang dan kemampuan untuk marah. Namun karena ketakwaannya ia lebih memilih untuk menahan dan meredamnya. 

Ramadhan mencipta hamba yang tak mudah marah. (Yazid Muttaqin)

Tags:
Share:
Kamis 24 Mei 2018 15:0 WIB
MUTIARA RAMADHAN
Ciri Orang Takwa (3): Pemaaf
Ciri Orang Takwa (3): Pemaaf
Firman Allah:


الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَـــافِينَ عَنِ النَّــاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُـحْسِنِــينَ

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) pada saat sarrâ’ (senang) dan pada saat dlarrâ’ (susah), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 134)

Memaafkan (al-‘afwu) berarti al-mahwu, menghapus. Allah itu al-‘afuww, Maha Memaafkan kesalahan hamba-Nya. Itu berarti Allah menghapus kesalahan tersebut.

Seorang anak yang menulis sebuah kalimat yang salah di buku tulisnya, ia akan menghapusnya hingga tak terbaca lagi. Bila kalimat yang salah masih bisa dibaca itu artinya sang anak tak menghapusnya dengan benar.

Demikianlah orang yang bertakwa yang memaafkan kesalahan orang lain. Ia akan menghapus kesalahan tersebut hingga tak akan ia baca lagi. Ia tak akan mengungkit-ungkit kesalahan tersebut baik kepada pelakunya maupun kepada orang lainnya. Baginya kesalahan itu adalah masa lalu.

Bila seorang yang memaafkan masih saja membicarakan dan mengungkit kesalahannya, mungkin saja ia tak benar-benar menghapusnya, tak benar-benar memaafkannya.

Ramadhan mencipta hamba yang ringan memaafkan, tidak mendendam. (Yazid Muttaqin)

Rabu 23 Mei 2018 23:30 WIB
MUTIARA RAMADHAN
Ciri Orang Takwa (1): Mendermakan Hartanya
Ciri Orang Takwa (1): Mendermakan Hartanya
Firman Allah:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَـــافِينَ عَنِ النَّــاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُـحْسِنِــينَ

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) pada saat sarrâ’ (senang) dan pada saat dlarrâ’ (susah), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 134)

Sarrâ’ dan dlarrâ’ berarti senang dan susah. Keduanya juga berarti lapang dan sulit. Juga kaya dan miskin.

Orang yang bertakwa adalah mereka yang selalu mendermakan hartanya dalam semua keadaan. Pada saat senang ia memberi, pun pada saat susah ia tetap memberi. Ketika lapang ia berderma, juga saat sulit ia tetap berderma. Ketika kaya ia bersedekah, pun ketika miskin ia tetap berkenan bersedekah sesuai yang ia mampui.

Bahkan bagi orang yang bertakwa ia tak hanya memberi kepada siapa yang ia cintai saja. Mereka yang ia benci pun ia beri, bila memang layak untuk diberi.

Ramadhan mencipta hamba yang gemar berderma. (Yazid Muttaqin)

Ahad 20 Mei 2018 17:0 WIB
MUTIARA RAMADHAN
Hanya Permainan, Kok Tegang?
Hanya Permainan, Kok Tegang?
Firman Allah:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ

Artinya: "Dan kehidupan dunia tak lain adalah permainan dan senda gurau." (QS. Al-An’am: 32)

Ya, demikian Allah mengumpamakan kehidupan dunia, tak lain dan tak bukan adalah permainan dan senda gurau saja.

Lihatlah anak-anak yang bermain; penuh kesenangan, tak ada beban. Bila saatnya tiba mereka akan pulang kepada ibunya. Melepas lelah di pelukan keduanya, merengkuh kasih dari belaiannya. Bila dalam bermain ada gelisah karena perilaku teman yang bikin resah, sang ibu lembut berkata, “tak apa nak, hanya main-main saja.”

Lihatlah mereka yang bersenda gurau; tertawa riang bersama, tanpa kebencian. Terkadang dalam guraunya satu sama lain saling mengejek, namun tak ada benci tak ada dendam di hati. Karena semua tahu, semua hanya gurauan.

Bila demikian kehidupan dunia, mengapa harus dibuat susah, begitu ngoyo mengejar angan hingga lelah. Mengapa pula mesti saling caci satu sama lain, saling hujat, saling memaki dan bully hanya karena berbeda warna dan pilihan aneka rupa. Bukankah hanya bermain dan guyonan saja?

Mengapa pula semua itu membuat lupa pulang, untuk merengkuh limpahan rahmat-Nya?

(Yazid Muttaqin)