IMG-LOGO
Ilmu Tauhid

Hal Paling Menyakitkan bagi Nabi Muhammad SAW

Selasa 30 Oktober 2018 22:15 WIB
Hal Paling Menyakitkan bagi Nabi Muhammad SAW
(Foto: picssr.com)
Sebagian Muslim berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad SAW termasuk penghuni neraka karena berpegang pada hadits riwayat Imam Muslim.

Muslim lainnya berbeda pendapat. Mereka menyatakan bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad SAW termasuk penghuni surga dengan berpegang pada sejumlah ayat Al-Quran seperti Al-Isra ayat 15 dan As-Syu’ara ayat 219, hadits, dan sejumlah dalil aqli.

Syekh Ibrahim Al-Baijuri menyebutkan sejumlah dalil naqli yang menjelaskan dalam karyanya keimanan dan kesucian nenek moyang hingga kedua orang tua Nabi Muhammad SAW yang kami kutip sebagai berikut.

إذا علمت أن أهل الفترة ناجون على الراجح علمت أن أبويه صلى الله عليه وسلم ناجيان لكونهما من أهل الفترة بل جميع آبائه صلى الله عليه وسلم وأمهاته ناجون ومحكوم بإيمانهم لم يدخلهم كفر ولا رجس ولا عيب ولا شئ مما كان عليه الجاهلية بأدلة نقلية كقوله تعالى  وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ وقوله صلى الله عليه وسلم لم أزل أنتقل من الأصلاب الطاهرات إلى الأرحام الزكيات وغير ذالك من الأحاديث البالغة مبلغ التواتر

Artinya, “Kalau kau mengerti bahwa ahli fatrah itu selamat dari siksa neraka menurut pendapat rajih (yang kuat), maka tentu kamu mengerti bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari siksa neraka karena keduanya ahli fatrah. Bahkan semua bapak moyang Rasulullah SAW (hingga ke Nabi Adam AS) selamat dari siksa neraka. Kita memutuskan bahwa mereka adalah orang-orang beriman tanpa tercederai oleh kekufuran, perbuatan keji, perilaku aib, dan perilaku buruk apapun yang lazim di zaman Jahiliyah. Pendapat ini didasarkan pada dalil naqli seperti firman Allah SWT dalam Surat As-Syu‘ara ayat 219 yang berbunyi, ‘Dan ketika engkau bolak-balik dalam orang-orang yang sujud (sembahyang)’; dan sabda Rasulullah SAW ‘Aku senantiasa berpindah-pindah dari tulang-tulang sulbi yang murni ke rahim-rahim yang suci’, dan banyak hadits lain yang statusnya mutawatir,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Tuhfatil Murid ala Jauharatit Tauhid, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabaiyah, tanpa tahun, halaman 19).

Sementara Ibnul Arabi, salah seorang ulama pemuka Mazhab Maliki, mengatakan bahwa umat Islam perlu hati-hati berkomentar perihal kedua orang tua Nabi Muhammad SAW ini. Salah-salah seseorang dapat terperosok dalam tindakan menyakiti Nabi Muhammad SAW yang cukup berisiko.

قال  بعضهم وقد سئل القاضي أبو بكر بن العربي أحد الأئمة المالكية عن رجل قال إن أبا النبي في النار فأجاب بأنه ملعون لأن الله تعالى قال إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا ولا أذى أعظم من أن يقال أن أباه في النار

Artinya, “Sebagian ulama menceritakan bahwa Abu Bakr Ibnul Arabi ditanya perihal seseorang yang mengatakan bahwa orang tua Nabi Muhammd SAW di neraka, lalu ia menjawab, orang yang mengatakan demikian mendapat laknat Allah karena Dia berfirman, ‘Sungguh orang yang menyakiti Allah dan rasul-Nya akan mendapat laknat dari Allah di dunia dan di akhirat dan Allah menyediakan bagi mereka siksa yang menghinakan,’ (Surat Al-Ahzab ayat 57). Tiada hal paling menyakitkan melebihi ucapan, ‘Orang tua Nabi Muhammd SAW di neraka,’” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Tahqiqul Maqam ala Kifayatil Awam, [Surabaya, Maktabah M bin Ahmad Nabhan wa Auladuh: tanpa catatan tahun], halaman 13).

Dari pelbagai keterangan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa umat Islam tidak perlu ikut terlibat dalam perbedaan pendapat di kalangan ulama. Umat Islam tidak perlu menjawab semua persoalan. Kelompok Ahlussunnah wal Jamaah sendiri berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad termasuk ahli fatrah yang selamat dari siksa api neraka.

Umat Islam perlu hati-hati mengeluarkan pendapat perihal apa saja, terutama masalah ini. Semoga kita bersama keluarga dan sahabat kita semua termasuk orang yang mendapatkan syafaat Rasulullah SAW. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)
Share: