Muharram adalah bulan yang memiliki arti penting dalam sejarah Islam. Bulan Muharram dalam hitungan kalender Islam, masuk pada bulan pertama. Di bulan ini, terdapat suatu ibadah yang memiliki nilai yang tinggi, yaitu puasa di Muharram. Puasa di bulan Muharram memiliki banyak faedah dan makna yang dapat memberikan manfaat dari segi spiritual dan sosial bagi seorang Muslim.ย
Puasa sunnah di bulan Muharram punya keutamaan. Terlebih jika melaksanakan puasa di hari Asyura, karena dapat menghapuskan dosa-dosa di tahun sebelumnya dan juga diberikan pahala yang melimpah dari Allah. Namun, tentu saja dengan dibarengi niat baik untuk tidak mengulangi dosa-dosa tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
ย
ุฃูููุถููู ุงูุตููููุงู
ู ุจูุนูุฏู ุฑูู
ูุถูุงูู ุดูููุฑู ุงูููู ุงููู
ูุญูุฑููู
ูุ ููุฃูููุถููู ุงูุตูููุงูุฉู ุจูุนุฏู ุงูููุฑููุถูุฉู ุตููุงูุฉู ุงูููููููู
ย
Artinya: โPuasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.โ (HR Muslim).
Baca Juga
Tiga Macam Puasa Muharram
Kemudian yang menjadi pertanyaan, bolehkah orang berpuasa selama sebulan penuh di bulan Muharram, karena ingin mendapatkan keutamaan dan pahala yang besar? Apakah berpuasa sebulan penuh di bulan Muharram mendapatkan pahala?
Menurut ulama tidak ada larangan melaksanakan puasa sunnah sebulan penuh di bulan Muharram. Pasalnya, berpuasa di bulan tersebut memang dianjurkan dilaksanakan. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim:ย
ย
ุฃูุถู ุงูุตูุงู
ุจุนุฏ ุฑู
ุถุงู ุดูุฑ ุงููู ุงูู
ุญุฑู
ย
Artinya: โPuasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Allah, Muharam.
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabย Lathaiful Maโarifย halaman 42 mengatakan, hadits di atas termasuk menjadi dalil diizinkan untuk berpuasa sepanjang bulan Muharram secara keseluruhan (penuh), dan juga dalil diizinkan untuk berpuasa 1 hari dan berbuka di hari lainnya.
ย
Selain itu, salah satu hari yang paling utama untuk berpuasa adalah Hari Asyura (tanggal 10 Muharram), karena dalam hari itu terdapat keutamaan (sunah) yang telah ditegakkan oleh Rasulullah saw.
ย
ููุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุตุฑูุญ ูู ุฃู ุฃูุถู ู
ุง ุชุทูุน ุจู ู
ู ุงูุตูุงู
ุจุนุฏ ุฑู
ุถุงู ุตูู
ุดูุฑ ุงููู ุงูู
ุญุฑู
, ููุฏ ูุญุชู
ู ุฃู ูุฑุงุฏ: ุฃูู ุฃูุถู ุดูุฑ ุชุทูุน ุจุตูุงู
ู ูุงู
ููุง ุจุนุฏ ุฑู
ุถุงู, ูุฃู
ุง ุจุนุถ ุงูุชุทูุน ุจุจุนุถ ุดูุฑ, ููุฏ ูููู ุฃูุถู ู
ู ุจุนุถ ุฃูุงู
ู, ูุตูุงู
ููู
ุนุฑูู, ุฃู ุนุดุฑ ุฐู ุงูุญุฌุฉ, ุฃู ุณุชุฉ ุฃูุงู
ู
ู ุดูุงู, ููุญู ุฐูู
ย
Artinya: โDan hadits ini jelas bahwa puasa sunnah yang paling baik setelah Ramadhan adalah puasa bulan Allah di Muharram, dan bisa juga berarti itu adalah bulan yang paling baik untuk berpuasa penuh setelah Ramadhan. Kemungkinan arti dari hadis tersebut mengandung makna bahwa puasa sunnah yang dilakukan secara keseluruhan pada bulan Muharram (puasa sebulan penuh) dapat menjadi yang terbaik di antara puasa sunnah setelah Ramadan. Sementara itu, ada beberapa puasa sunnah lain yang bisa dilakukan selama beberapa hari tertentu dalam bulan lain yang juga memiliki keutamaan, seperti puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, 6 hari pada bulan Syawal, atau puasa pada tanggal 9 Zulhijjah. (Ibnu Rajab Al-Hanbali, Lathaiful Maโarifย [Beirut, Dar Ibnu Katsir, 1997], halaman 42.
Sementara itu dalam kitab Kasyaful Qinaโ yang ditulis oleh Manshur bin Yunus Al-Buhuti Al-Hanbali bahwa puasa pada bulan Muharram disunnahkan dan merupakan salah satu puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Pun seseorang diperkenan untuk melaksanakan puasa sebanyak sebulan penuh, tidak ada larangan dalam melaksanakan perbuatan tersebut, karena di bulan ini Nabi senantiasa memperbanyak puasa.ย
ย
ูุงูู
ุฑุงุฏ ุฃูุถู ุดูุฑ ุชุทูุน ููู ูุงู
ููุง ุจุนุฏ ุฑู
ุถุงู ุดูุฑ ุงููู ุงูุญุฑุงู
ุ ูุฃู ุจุนุถ ุงูุชุทูุน ูุฏ ูููู ุฃูุถู ู
ู ุฃูุงู
ู ูุนุฑูุฉ, ูุนุดุฑ ุฐู ุงูุญุฌุฉ, ูุงูุชุทูุน ุงูู
ุทูู ุฃูุถูู ุงูู
ุญุฑู
, ูู
ุง ุฃู ุฃูุถู ุงูุตูุงุฉ ุจุนุฏ ุงูู
ูุชูุจุฉ ููุงู
ุงูููู
ย
Artinya, โYang dimaksud adalah puasa sunnah yang paling utama pada bulan Muharram adalah puasa menyeluruh [penuh] setelah berpuasa di bulan Ramadan, bulan Allah yang diharamkan. Karena beberapa puasa sunnah bisa lebih utama daripada hari-hari tertentu, seperti hari Arafah dan 10 Dzulhijjah, maka sunnah, maka puasa sunnah mutlak yang paling afdhal adalah puasa Muharram, sebagaimana yang shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib ialah shalat tahajjud (qiyamul lail). (Manshur Al-Buhuti; Kassyฤfulย Qinฤสป สปan Matnilย Iqnฤสป, [Libanon, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1997], halaman, 338
Dengan demikian seyogianya umat Islam untuk berpuasa dengan tekun pada bulan Muharram . pasalnya ini merupakan bentuk ibadah tathawwu' atau puasa sunnah, yang merupakan puasa terbaik setelah puasa pada bulan Ramadan. Pun diperkenankan syariat untuk melaksanakan puasa selama sebulan penuh jika memiliki kemampuan fisik, dan tidak ada kendala dari segi kesehatan.ย Wallahuย aโlam.
Zainuddin Lubis, Pegiat kajian Islam, Tinggal di Ciputat
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
4
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
5
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
6
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
Terkini
Lihat Semua