Banten

Ketua PWNU Banten: Haul Momentum Teladani Perjuangan Ulama

Rabu, 1 April 2026 | 09:00 WIB

Ketua PWNU Banten: Haul Momentum Teladani Perjuangan Ulama

Haul Ke 456/470 H Sultan Maulana Hasanuddin Banten di kompleks Masjid Agung Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Banten (30/3/2026). (Foto: Dok Ketua PWNU Banten For NUOB)

Kabupaten Tangerang, NU Online Banten

Ketua Pengurus WIlayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten KH Hafis Gunawan mengajak masyarakat menjadikan momentum haul sebagai pengingat akan nilai perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam membangun umat. Hal tersebut disampaikannya dalam rangka Haul ke-456/470 H Sultan Maulana Hasanuddin yang digelar di kompleks Masjid Agung Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Banten, pada Senin (30/3/2026).

 

Menurut Abi Hafis sapaan akrabnya, haul bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum refleksi atas kejayaan masa lalu yang lahir dari perjuangan nyata. 

 

“Sultan Maulana Hasanuddin mengajarkan bahwa membangun umat tidak cukup dengan kata-kata, tetapi harus dengan keberanian, keteguhan, dan kerja nyata,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online Banten.

 

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk terus berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa.

 

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Serang, Muhamad Robi UZT, menegaskan bahwa Sultan Maulana Hasanuddin telah mewariskan teladan sinergi antara ulama dan umara dalam membangun peradaban berbasis iman, ilmu, dan kemaslahatan.

 

“Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, kita terpanggil untuk melanjutkan sanad tersebut merawat tradisi, menguatkan persatuan, dan menghadirkan agama sebagai rahmat bagi kehidupan berbangsa,” ungkapnya.

 

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Mengharap Berkah, Menjemput Karomah, Menjaga Marwah” itu, Robi juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang bijaksana dan penuh ketulusan. Ia mengutip pesan ulama, “La yanbaghi an yatashaddara lin-nasi illa bihikmatil hukama wa siyasatil muluk,” yang berarti kepemimpinan menuntut kebijaksanaan, kecakapan, dan ketulusan dalam pengabdian.

 

Selengkapnya klik di sini.