Daerah

Ajak Anak Ziarah ke Makam Mbah Wahab Hasbullah, Nurul Kenalkan Sejarah Perjuangan Ulama NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Ajak Anak Ziarah ke Makam Mbah Wahab Hasbullah, Nurul Kenalkan Sejarah Perjuangan Ulama NU

Nurul Fitri bersama keluarganya sedang berziarah di Makam KH Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026) malam. (Foto: NU Online/Suwitno).

Jombang, NU Online
Ziarah ke makam ulama menjadi salah satu cara masyarakat mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu. Momentum menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama juga dimanfaatkan Nurul Fitri (29) untuk mengajak keluarganya berziarah ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada  Rabu (26/8/2026).


Nurul datang dari Nganjuk bersama sekitar delapan anggota keluarga. Mereka terdiri atas suami, anak-anak, keponakan, ipar, dan mertua. Rombongan tersebut datang untuk berziarah dan memberikan penghormatan kepada Mbah Wahab sekaligus mendoakan kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.


“Dalam rangka ziarah sambil hormat. Tidak menginap, langsung pulang nanti insyaallah. Hormat muktamar harus,” ujar Nurul kepada NU Online, Rabu (26/8/2026).


Bagi Nurul, ziarah kali ini memiliki makna yang lebih dari sekadar mendoakan para ulama. Ia sengaja membawa anak-anaknya agar mereka mengenal sejarah para ulama dan memahami bahwa pesantren serta tokoh-tokoh NU memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.


Nurul yang merupakan alumni salah satu lembaga pendidikan di Jombang itu ingin mengenalkan Tambakberas kepada anak-anaknya sebagai salah satu kawasan yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan ulama.


“Ya ingin mengenalkan bahwasanya Tambakberas adalah bagian dari rangkaian kiprah ulama bagi kemerdekaan Indonesia,” katanya.


Menurutnya, mengenalkan sejarah kepada anak sejak dini merupakan hal penting. Sejarah perjuangan ulama, kata dia, tidak hanya untuk diketahui sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.


Ia berharap anak-anaknya kelak dapat memahami nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah secara lebih dekat melalui pengalaman berziarah dan mengenal para ulama. Terlebih, tradisi dan ajaran NU menurutnya mengajarkan Islam yang damai, indah, dan dekat dengan masyarakat.


“Dengan harapan semoga nanti sanubari mereka juga diisi dengan Ahlussunnah wal Jamaah. Mereka paham, NU itu indah, NU itu damai,” tuturnya.


Nurul menyebut KH Abdul Wahab Hasbullah sebagai salah satu tokoh perjuangan yang sangat menginspirasi. Mbah Wahab, menurutnya, merupakan sosok sederhana yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.


Kesederhanaan dan semangat perjuangan Mbah Wahab, lanjut Nurul, juga tercermin dalam karakter para santri dan alumni yang pernah belajar di lingkungan pesantren. Mereka dinilai memiliki semangat berorganisasi sekaligus kepedulian sosial yang tinggi.


“Mbah Wahab adalah tokoh perjuangan revolusi yang sangat menginspirasi. Beliau tokoh yang sangat sederhana, dan langkah juangnya untuk kemerdekaan Indonesia juga sangat berpengaruh bagi para pejuang, terutama kaum muda,” ungkapnya.


Karena itu, Nurul berharap nilai-nilai perjuangan Mbah Wahab dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Salah satunya melalui pengenalan sejarah secara langsung, termasuk dengan mengajak anak-anak berziarah ke makam para ulama.


Di tengah momentum Muktamar ke-35 NU, Nurul juga menitipkan harapan agar forum tersebut melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin dekat dengan masyarakat.


Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya merupakan sosok yang peduli terhadap rakyat, mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, serta memiliki sikap adil dan bijaksana.


“Melahirkan pemimpin yang utamanya peduli sama rakyat, mampu merangkul dari bawah sampai yang ke atas, adil, bijaksana, dan mampu mengayomi seluruh Nahdliyin di seluruh Indonesia,” pungkasnya.