Daerah

Antrean Pertalite di Rembang Mengular Jelang Lebaran, Warga Mengeluh

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:45 WIB

Antrean Pertalite di Rembang Mengular Jelang Lebaran, Warga Mengeluh

Warga beramai-ramai mengantre di SPBU. (Foto: NU Online/Ayu Lestari)

Rembang, NU Online

Menjelang Lebaran, sejumlah warga mulai merasakan lamanya antrean saat membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Meski pemerintah menyatakan stok BBM aman, warga mengaku tetap mengalami kesulitan akibat antrean yang panjang.


Fitri, salah satu warga Rembang, mengaku kerap harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan Pertalite. Bahkan, ia pernah mendapati beberapa SPBU menutup sementara layanan Pertalite karena antrean yang terlalu panjang.


“Saya sering beli bensin Pertalite. Pernah suatu waktu saat hendak membeli bensin, antreannya sangat panjang, bahkan ada SPBU yang menutup layanan Pertalite. Karena saya harus melakukan perjalanan jauh, akhirnya saya membeli bensin eceran di pinggir jalan,” ujar Fitri kepada NU Online, Kamis (12/3/2026).


Ia juga menyebut adanya kekhawatiran di masyarakat terkait ketersediaan BBM, terutama setelah muncul berbagai informasi mengenai kondisi cadangan minyak nasional maupun situasi geopolitik global.


Meski demikian, Fitri berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan BBM tetap aman, terutama menjelang arus mudik Lebaran.


“Pastinya saya berharap stok BBM tetap tersedia, mengingat banyak orang yang akan mudik ke kampung halaman,” tambahnya.


Ia juga mengingatkan para pemangku kebijakan agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan atau mengambil kebijakan yang dapat berdampak luas pada masyarakat.


“Harus lebih hati-hati dalam menyampaikan kebijakan, karena apa yang diucapkan oleh pemangku kebijakan sangat berdampak terhadap masyarakat,” ujarnya.


Keluhan serupa juga disampaikan Lala, warga Rembang yang bekerja sebagai staf desain di salah satu sekolah Islam swasta. Ia mengatakan antrean Pertalite di SPBU dalam beberapa hari terakhir terlihat lebih panjang dibanding biasanya.


“Beberapa hari terakhir ini antrean Pertalite cukup panjang, sementara di bagian Pertamax justru sepi. Selain BBM, gas LPG 3 kilogram juga mulai sulit didapatkan,” kata Lala.


Ia menuturkan bahwa sebelumnya antrean untuk membeli Pertalite hanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit. Namun saat ini, ia harus menunggu hingga 10–15 menit untuk mendapatkan BBM tersebut.


Kekhawatiran juga muncul ketika ia melakukan perjalanan menuju tempat kerja, terutama jika stok Pertalite di SPBU tertentu dibatasi.


“Tentu saja saya khawatir ketika dalam perjalanan ke kantor bensin motor hampir habis, sementara di SPBU stoknya dibatasi dan saya harus mengantre cukup lama,” ujarnya.


Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai ketersediaan BBM.


“Harapannya pemerintah dapat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok BBM tersedia, sehingga warga tidak merasa khawatir akan kehabisan,” pungkasnya.