Daerah

Banjir dan Longsor Terjang Sabang, NU Aceh Ajak Nahdliyin Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

Selasa, 30 Juni 2026 | 09:00 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Sabang, NU Aceh Ajak Nahdliyin Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

Kondisi rumah warga rusak pasca terjadinya longsor di Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Sabang (Foto: BPBA)

Sabang, NU Online

Hujan deras yang mengguyur Kota Sabang sejak Jumat (26/6/2026) memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Bencana tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami rusak berat, tiga rumah terendam banjir, dan dua kepala keluarga terpaksa mengungsi.


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir terjadi di Kampung Haji, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, sedangkan longsor melanda Jurong Rajawali, Gampong Kuta Timue, Kecamatan Sukakarya. Selain kerusakan rumah, satu warga mengalami luka berat dan dirujuk ke Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara dua korban lainnya mengalami luka ringan dan dirawat di RSUD Kota Sabang.


Menanggapi musibah tersebut, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk. Iskandar Zulkarnaen, mengajak seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat Aceh untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan membantu para korban sesuai kemampuan masing-masing.


Tokoh yang juga Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) itu mengatakan bahwa setiap musibah merupakan ujian yang mengajarkan pentingnya persaudaraan, kepedulian, dan semangat gotong royong.

 

"Ketika saudara-saudara kita ditimpa musibah, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk hadir membantu. Inilah nilai ukhuwah Islamiyah yang selalu diajarkan Nahdlatul Ulama, yakni saling menolong dalam kebaikan dan meringankan beban sesama," ujarnya.

 

Menurut Iskandar, masyarakat Aceh selama ini dikenal memiliki tradisi tolong-menolong yang kuat. Nilai tersebut harus terus dirawat, terutama ketika bencana melanda sehingga para korban tidak merasa menghadapi musibah sendirian.

 

Ia juga mengapresiasi langkah cepat BPBD Kota Sabang, BPBA, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta para relawan yang langsung bergerak melakukan evakuasi korban, pendataan, dan pembersihan material longsor di lokasi terdampak.


"Kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang bekerja tanpa mengenal lelah. Semoga menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT dan proses penanganan dapat berjalan dengan baik," katanya.


Iskandar mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Ia meminta warga mengikuti informasi resmi pemerintah dan segera mengamankan diri apabila terdapat peringatan dini mengenai potensi banjir maupun longsor.


"Keselamatan jiwa adalah yang utama. Jangan mengabaikan imbauan petugas apabila diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman," pesannya.


Ia berharap pemerintah bersama seluruh unsur masyarakat terus bersinergi mempercepat proses pemulihan pascabencana, mulai dari penanganan pengungsi, perbaikan rumah warga, hingga pemulihan aktivitas masyarakat.

 

"Semoga Allah swt memberikan kekuatan dan kesabaran kepada seluruh korban, mengangkat musibah ini, serta melindungi masyarakat Aceh dari berbagai bencana. Mari kita jadikan ujian ini sebagai momentum memperkuat kepedulian, persaudaraan, dan semangat saling membantu," pungkasnya.