Banser Banjar Kalsel Bagikan Masker dan Bantu Padamkan Karhutla di Sungai Tabuk
Kamis, 3 September 2026 | 19:30 WIB
Personal Banser Penanggulangan Kebakaran Satkorbac Banser Banjar bagikan masker kepada masyarakat, Rabu (2/9/2026) (Foto: istimewa)
Banjar, NU Online
Satuan Khusus Banser Penanggulangan Kebakaran (Balakar) pada Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan membagikan sebanyak 1.000 masker kepada masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap Rabu (2/9/2026)
Wakil Kepala Satuan Khusus (Wakasatsus) Balakar Satkorcab Banser Kabupaten Banjar, Rusli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Kami ingin hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama dalam kondisi udara yang terdampak kabut asap seperti saat ini,” ujar Rusli.
Pembagian masker dilaksanakan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, tepatnya di kawasan perempatan, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Baca Juga
Inilah Mars GP Ansor dan Banser
Rusli mengatakan bahwa pembagian masker tidak hanya dilakukan di pinggir jalan. Personel Balakar juga turun langsung mendatangi titik-titik kerumunan warga dan warung-warung yang berada di sekitar lokasi untuk membagikan masker secara langsung.
"Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Pengendara sepeda motor yang melintas tampak memperlambat laju kendaraan untuk menerima masker. Bahkan, beberapa pengendara yang sudah terlanjur melewati lokasi rela memutar dan kembali setelah mengetahui adanya pembagian masker," ungkapnya.
Ia juga mengatakan bahwa warung-warung dan tempat warga berkumpul, personel Balakar juga disambut baik. Warga secara langsung menerima masker yang diberikan sambil berbincang mengenai kondisi udara dan kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
"Personel Balakar turut mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap," terangnya
Menurutnya, kondisi kabut asap menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. "Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura mencatat sebanyak 326 pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjalani perawatan akibat paparan asap sejak Juni hingga Agustus 2026," jelasnya
Lanjutnya, usai kegiatan pembagian masker, rombongan Balakar kemudian bertolak kembali. Namun, di tengah perjalanan, mereka mendapati kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, tepatnya di kawasan perempatan, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk.
Melihat kejadian tersebut, anggota Balakar langsung berhenti dan turun membantu melakukan pemadaman. Dengan alat seadanya, personel berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
“Walaupun peralatan yang kami bawa terbatas, ketika melihat ada kebakaran, kami tidak bisa hanya lewat. Kami singgah dan berusaha membantu memadamkan api semampu kami,” ungkap Rusli.
Berdasarkan kondisi karhutla di Kabupaten Banjar, tiga kecamatan yang tercatat paling parah terdampak adalah Kecamatan Sungai Tabuk, Gambut, dan Cintapuri Darussalam.
Kegiatan tersebut turut dibersamai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi, mengapresiasi respons cepat anggota Balakar "Semangat berkhidmat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan yang telah direncanakan, tetapi juga melalui kepedulian dan tindakan nyata ketika berada di lapangan," katanya
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap, Edy Rosadi, menginstruksikan Balakar untuk turun langsung membagikan 1.000 masker kepada masyarakat, khususnya sebagai langkah membantu menjaga kesehatan dan keselamatan warga.
"Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen PC GP Ansor Kabupaten Banjar bersama Balakar Satkorcab Banser Kabupaten Banjar untuk terus peduli, sigap, dan berkhidmat bagi masyarakat," tuturnya.
Sekedar informasi, satuan Khusus Balakar Satkorcab Banser Kabupaten Banjar resmi bentuk di Aula Guru Tuha KH Abdul Qadir Hasan, lantai 3 Gedung PCNU Kabupaten Banjar Ahad (23/8/2026).
Dengan tujuan sebagai langkah untuk memperkuat peran Banser dalam membantu masyarakat, khususnya di bidang penanggulangan kebakaran dan kebencanaan.
Kepala Divisi Pendidikan dan Pelatihan Balakar Satkornas, Edy Rosadi mengatakan bahwa Balakar Satkorcab Banser Kabupaten Banjar merupakan Satuan Khusus Balakar pertama yang telah dibentuk di Kalimantan Selatan.
Ia berharap pembentukan tersebut dapat menjadi contoh sekaligus pemantik bagi Satkorcab Banser lainnya untuk membentuk Balakar di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. “Semoga Balakar Satkorcab Banser Kabupaten Banjar ini dapat menjadi contoh dan pemantik bagi terbentuknya Balakar di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.