Daerah

BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan hingga Rabu Pagi, Warga Membutuhkan Trauma Healing

Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan hingga Rabu Pagi, Warga Membutuhkan Trauma Healing

Peta titik gempa dan gempa susulan di NTT hingga Rabu (19/8/2026). (Sumber: BMKG)

Jakarta, NU Online

Trauma akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya masih dirasakan warga. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat, terutama kelompok rentan yang mengalami kesulitan beristirahat karena khawatir gempa susulan kembali terjadi.

 

Warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Afra mengaku dirinya dan suami tidak lagi dapat tidur nyenyak sejak gempa terjadi.

 

“Pascagempa Sabtu kemarin, sekarang saya dan suami tidak bisa tidur nyenyak, bahkan kalau malam kita bergantian tidurnya,” ujarnya kepada NU Online pada Selasa (18/8/2026).

 

Ia mengatakan gempa susulan membuat keluarganya terus bersiaga, terlebih karena memiliki bayi. “Apalagikan saya ada bayi, jadi saya dan suami sekarang siaga kalau ada gempa langsung lari sambil bawa barang-barang yang penting,” katanya.

 

Afra mengungkapkan kepanikan masih dirasakan masyarakat Bima setelah menyaksikan sejumlah bangunan runtuh. Menurutnya, kondisi tersebut meninggalkan trauma bagi warga yang terdampak.

 

“Saya, suami, dan masyarakat di Bima trauma karena gempa Sabtu kemarin. Masyarakat pada keluar rumah, panik, dan melihat bangunan ada yang runtuh, itu trauma yang kami rasakan,” ungkapnya.


Ia mendesak pemerintah memberikan trauma healing selama proses evakuasi dan pascagempa agar trauma masyarakat tidak berlarut-larut.


“Semoga setelah gempa redah pemerintah segera memberikan trauma healing bagi masyarakat, karena masyarakat banyak yang tidur di tenda, takut kalau tidur ada gempa, rumahnya roboh tidak sempat lari,” ucap Afra.


Di tengah-tengah kondisi tersebut, aktivitas kegempaan masih berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu (19/8/2026) pukul 05.00 WIB, sebanyak 2.768 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2. Sebanyak 24 gempa susulan bermagnitudo di atas 5 dan 81 gempa dirasakan masyarakat.

 

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyampaikan bahwa gempa pertama terjadi di wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB dengan parameter update M7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya. Gempa dangkal tersebut disebabkan aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

 

“Berdasarakan data sementara gempa susulan ini akan berakhir tiga hingga empat minggu ke depan,” ujar Wijayanto di Jakarta, Selasa (18/8/2026).