Daerah

Lebaran Betawi 2026, Abang None Jakarta Ajak Anak Muda Terus Jaga Tradisi Betawi

Senin, 13 April 2026 | 12:00 WIB

Lebaran Betawi 2026, Abang None Jakarta Ajak Anak Muda Terus Jaga Tradisi Betawi

Momen kemeriahan Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Ahad (12/4/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Lebaran Betawi berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, Ahad (12/4/2026). Acara yang diselenggarakan Badan Musyawarah Betawi (Bamus) bersama Pemprov DKI dengan menampilkan festival budaya sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan persatuan masyarakat Betawi.


Abang None Jakarta Timur, Syifa Khaira dan David Rahman menyampaikan kesan dan pesan saat menghadiri Lebaran Betawi 2026. Mereka mengajak anak muda untuk terus menjaga tradisi dan kebudayaan Betawi.


Non Syifa Khaira menyebut bahwa Lebaran Betawi menjadi ajang silaturahmi antarwarga Jakarta sekaligus sarana untuk mengingat dan melestarikan budaya Betawi, mulai dari rumah adat hingga pakaian tradisional.


“Lebaran Betawi 2026 ini tujuannya untuk menjalin silaturahmi kembali. Budaya Betawi memang lebarannya berlangsung berhari-hari, karena masyarakatnya cenderung berkumpul di satu daerah bersama keluarga dan saudara. Tujuannya adalah menjalin silaturahmi antar seluruh warga Jakarta sekaligus mengingat budaya kita, mulai dari rumah adat hingga baju adat,” ujarnya.


Senada, Abang David Rahman menekankan bahwa tradisi Betawi harus dijaga hingga ke generasi mendatang, dan anak muda di Jakarta diharapkan terus menjunjung tinggi tradisi serta nilai moral yang terkandung di dalamnya.


“Tradisi Betawi merupakan tradisi yang perlu dijaga muruahnya dan terus dilestarikan hingga ke anak cucu. Kami menyarankan anak muda, khususnya di Jakarta Timur, untuk menjunjung tradisi kita sekaligus nilai moral yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.


Menurutnya, generasi muda perlu menjaga silaturahmi dan kolaborasi agar Lebaran Betawi tetap lestari dan Jakarta menjadi kota yang penuh inovasi.


“Pesan untuk generasi muda agar terus melestarikan Lebaran Betawi adalah menjaga silaturahmi satu sama lain demi kolaborasi, demi Jakarta yang penuh inovasi,” katanya.


Wakil Sekretaris Jenderal Badan Musyawarah Betawi (Bamus) Rendra Yuniardi mengatakan bahwa Lebaran Betawi bukan hanya festival budaya, tetapi juga wadah silaturahmi yang mempertemukan tokoh dan masyarakat Betawi agar semakin rukun dan bersatu.


“Konsepnya, orang Betawi itu menjaga silaturahim. Lebaran Betawi menjadi ajang mempertemukan tokoh-tokoh Betawi dengan masyarakat Jabodetabek, agar mereka bisa saling bersilaturahmi, bertemu, bertatap muka, dan berlebaran bersama di sini,” ujar Rendra.


Ia menambahkan, Lebaran Betawi menampilkan beragam seni tradisional, mulai dari lenong, tanjidor, cerita rakyat, hingga permainan dan karnaval Betawi sebagai bentuk pelestarian budaya.


“Mulai dari kesenian, band-band Betawi, cerita rakyat, hingga para seniman tampil. Ada lenong, tanjidor, permainan tradisional, sampai karnaval festival kaum Betawi dan lainnya,” ujarnya.


Ia berharap Lebaran Betawi dapat terus digelar setiap tahun dengan penyelenggaraan yang semakin baik dan meriah.


“Acara berikutnya kita berharap bisa terus diselenggarakan, biar lebih baik lagi, biar lebih semarak lagi,” ujarnya.
 

Kontributor: Ahmad Syafiq S