Nahdliyin Mimika Papua Tengah Istighotsah Sebulan Penuh Sambut Muktamar Ke-35 NU
Rabu, 5 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Mimika, NU Online
Instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tertanggal 15 Muharam 1448 H atau 1 Juli 2026 untuk melaksanakan munajat dan riyadlah demi kesuksesan serta keberkahan Muktamar Ke-35 NU disambut antusias oleh Nahdliyin di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, mereka menggelar istighotsah selama satu bulan yang dilaksanakan secara bergilir di sebelas masjid dan musala.
Antusiasme warga NU di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan itu menunjukkan besarnya harapan agar muktamar lima tahunan tersebut berjalan lancar, membawa keberkahan, serta melahirkan kepemimpinan terbaik bagi organisasi.
Pada Selasa malam (4/8/2026), rangkaian munajat memasuki malam ketujuh. Kegiatan berlangsung di Musala Al-Anshor, Jalur 7, Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika.
Wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso, menjelaskan bahwa riyadlah dilakukan dengan cara berkeliling dari satu masjid dan musala ke masjid dan musala lainnya di seluruh Mimika.
"Kami melaksanakan riyadlah dengan bersilaturahmi ke masjid dan musala se-Mimika pada malam hari. Tantangan cuaca dan kondisi keamanan justru menjadi nilai lebih dalam agenda ini. Istikamah menghadiri riyadlah hingga malam ketujuh tidak kalah berat dengan riyadlah puasa atau mengurangi waktu tidur. Insyaallah masih ada empat malam lagi yang akan kami jalani," ujarnya kepada NU Online, Rabu (5/8/20260.
Kegiatan tersebut digagas oleh Jamaah Istighatsah An-Nahdliyyah bersama sebelas takmir masjid dan musala se-Mimika. Rombongan dipimpin oleh H. Faisal dan Hj. Suyati.
Hingga malam ketujuh, istighotsah telah digelar di tujuh lokasi, yakni Masjid Baiturrahman, Jalan Serui Mekar (koordinator Ustadz Safa); Masjid Al-Ikhlas Kamoro Jaya SP1 (Angga dan Eko); Mushala Baitussalam Timika Jaya (H. Hardi, Ustaz Mustolih, dan Biyung); Mushala Baitussalam Limau Asri (Sutikno); Masjid At-Taubah Mulia Kencana (Ustaz Wathan); Masjid Baitul Muhajirin Wangirja (Suryadi); serta Mushala Al-Anshor Naena Muktipura (Syarwani).
Dalam kesempatan itu, Rais Syuriah PWNU Papua Tengah, KH Hasyim Asy'ari, turut menyampaikan perkembangan persiapan Muktamar NU sekaligus dinamika organisasi di Papua Tengah.
Ia mengungkapkan bahwa saat mengikuti Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) NU di Ploso beberapa waktu lalu, PWNU Papua Tengah mengusulkan agar wilayah Papua memperoleh perlakuan khusus dalam penyelenggaraan muktamar.
"Alhamdulillah usulan tersebut diterima. Kemudian pada 3 Agustus di Nabire telah dilaksanakan Konferensi Wilayah pertama PWNU Papua Tengah dan berhasil memilih kepengurusan definitif. Sebelumnya, selama dua tahun kepengurusan masih bersifat caretaker. Kini kepengurusan sudah definitif, sedangkan saya mendapat amanah sebagai mustasyar," jelasnya.
Sugiarso menegaskan, munajat yang dilakukan tidak hanya ditujukan untuk kelancaran pelaksanaan muktamar, tetapi juga sebagai doa agar NU dipimpin oleh sosok-sosok yang amanah.
"Kami melangitkan doa agar muktamar berlangsung sejuk, produktif, dan menghasilkan keputusan terbaik. Kami juga berharap terpilih pengurus yang benar-benar mengurus dalam arti merawat, bukan sekadar mengurus hingga membuat warga NU 'kurus'. Semoga terpilih pengurus yang amanah, siddiq, fathanah, ikhlas, dan mandiri, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga ranting," tegas Ketua Jamaah Istighatsah An-Nahdliyyah itu.
Terbitkan Dokumentasi Pergerakan Nahdliyin Mimika
Pada kesempatan yang sama, Sugiarso juga memperkenalkan buku dokumentasi berjudul Simpul dan Jejak Pergerakan Nahdliyyin Mimika yang merekam perjalanan aktivitas NU di Mimika.
Menurutnya, hingga kini telah terbit dua jilid. Jilid pertama memuat dokumentasi kegiatan tahun 2016–2019, sedangkan jilid kedua mendokumentasikan aktivitas sepanjang 2020–2021.
"Jilid ketiga, keempat, dan seterusnya masih dalam proses penyusunan. Lebih dari 90 persen isi buku ini merupakan dokumentasi yang telah dipublikasikan di NU Online," kata Sugiarso yang juga penulis buku tersebut.
Buku tersebut direncanakan akan dipamerkan dan dipasarkan di stan Muktamar NU. Pemesanan telah dibuka melalui nomor 0813-3036-1112.