Jatim

Jalin Kolaborasi, Unusa dan Universiti Putra Malaysia Kembangkan Teknologi Laboratorium Patologi Anatomi

Selasa, 15 September 2026 | 21:30 WIB

Jalin Kolaborasi, Unusa dan Universiti Putra Malaysia Kembangkan Teknologi Laboratorium Patologi Anatomi

Kunjungan Unusa ke Universiti Putra Malaysia (UPM) beberapa waktu lalu. (Foto: NOJ/ Humas Unusa)

Surabaya, NU Online Jatim

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Faculty of Medicine and Health Sciences Universiti Putra Malaysia (UPM) dan Hospital Sultan Abdul Aziz Shah (HSAAS) memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan layanan pemeriksaan laboratorium patologi anatomi.

 

Kolaborasi yang melibatkan Program Studi D-IV Analis Kesehatan Unusa tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperluas pertukaran pengetahuan, serta mendorong pengembangan teknologi pemeriksaan laboratorium kesehatan yang relevan dengan kebutuhan Indonesia dan kawasan ASEAN.

 

Rangkaian kegiatan kolaborasi berlangsung dalam dua tahap, yakni Webinar Internasional pada 29 Juli 2026 dan kegiatan puncak di Malaysia pada 7–9 September 2026. Kegiatan puncak diikuti 31 peserta, terdiri atas 18 peserta dari Indonesia dan 13 peserta dari Malaysia. Peserta berasal dari unsur mahasiswa, dosen, serta praktisi laboratorium kesehatan dari kedua negara.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan diskusi dan pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan teknologi pemeriksaan laboratorium patologi anatomi, termasuk praktik dan inovasi yang diterapkan di masing-masing negara.

 

Salah satu materi penting yang menjadi perhatian adalah teknologi pewarnaan ganda pada pemeriksaan imunohistokimia (IHK). Teknologi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan laboratorium patologi anatomi, terutama untuk mendukung ketepatan pemeriksaan dan diagnosis penyakit, termasuk kanker.

 

Ketua pelaksana kegiatan, Gilang Nugraha, mengatakan bahwa kolaborasi dengan UPM dan HSAAS memberikan kesempatan bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi laboratorium untuk memperbarui wawasan mengenai perkembangan teknologi pemeriksaan patologi anatomi.

 

“Kegiatan ini sangat relevan karena saat ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mendorong peningkatan pelayanan pemeriksaan laboratorium patologi anatomi di berbagai daerah, terutama dalam mendukung kepastian diagnosis kanker,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

 

Ia menegaskan, kebutuhan terhadap tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang memiliki kompetensi di bidang patologi anatomi akan semakin meningkat seiring dengan penguatan layanan kesehatan dan pemeriksaan diagnostik di Indonesia.

 

“Ahli Teknologi Laboratorium Medik memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan laboratorium patologi anatomi. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pertukaran pengetahuan dan teknologi seperti ini menjadi sangat penting,” ucapnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Unit Biologi Molekul dan Bioinformatik UPM Suhaili binti Abu Bakar menyampaikan bahwa pihak UPM juga berencana melakukan kunjungan balasan ke Unusa sebagai tindak lanjut dari kolaborasi yang telah berjalan.

 

“Kami juga akan berkunjung ke Unusa untuk melakukan pertukaran dan diskusi lebih lanjut mengenai pelayanan laboratorium patologi anatomi,” tuturnya.

 

Selengkapnya klik di sini.