Gerakan Gema Sajadah Sukses Pilah Hampir 7 Ton Sampah di Muktamar Ke-35 NU
Rabu, 9 September 2026 | 16:30 WIB
Relawan Gema Sajadah Kemenag Jombang memilah sampah sepanjang Muktamar ke-35 NU di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. (Foto: Humas Kemenag Jombang)
Jombang, NU Online
Gerakan Bersama Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang mengerahkan 500 relawan dan berhasil mengelola hampir 7 ton sampah selama berlangsungnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, 26–31 Agustus 2026.
Aksi kebersihan ini berfokus pada pemilahan sampah langsung di lokasi acara untuk mendukung sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dalam penyelenggaraan acara berskala besar.
Agen Perubahan Gema Sajadah, Leily Irawatie Hasan menegaskan bahwa kesiapan pasukan relawan telah dirancang sejak awal melalui koordinasi intensif dengan panitia penyelenggara lokal jauh hari sebelumnya.
"Gema Sajadah berkoordinasi secara khusus dengan Panitia Lokal Muktamar, terutama Bidang KLH, agar pembagian peran di lapangan berjalan efektif," ujar Leily diberitakan NU Online Jombang, Rabu (8/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, para relawan menyisir area krusial setiap hari pukul 09.00–15.00 WIB, meliputi Tambakrejo Gang 3, Tambakrejo Gang 4, Al Madinah Petengan, hingga Area Bazar Expo.
Selain penyisiran manual, tim juga menempatkan dropbox khusus botol dan gelas plastik di titik padat aktivitas seperti area registrasi, Kampus Unwaha, Al Madinah Petengan, dan lokasi bazar.
Strategi pemilahan langsung dari sumbernya berhasil mengumpulkan 125,07 kilogram sampah botol dan gelas plastik dari total 7 ton sampah yang terkumpul.
Residu sampah non-plastik diangkut ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), sementara anorganik plastik bernilai daur ulang disetorkan ke perusahaan mitra pengolah sampah Kemenag Jombang.
Leily menambahkan bahwa pelibatan peserta dan pengelola lokasi melalui ketersediaan fasilitas pemilahan menjadi kunci keberhasilan aksi ini.
“Pemilahan sampah sejak dari lokasi kegiatan penting untuk mendukung proses daur ulang, khususnya dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar," tuturnya.