Salah satu hal yang sering luput dari perhatian manusia adalah kebiasaan menunda amal baik. Ketika kesempatan berbuat baik datang, terkadang seseorang memilih menunda, padahal belum tentu kesempatan yang sama bisa datang kembali. Karena itu, Islam mengajarkan agar setiap peluang melakukan kebaikan segera dimanfaatkan sebelum datangnya penyesalan.
Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul, “Jangan Tunda Amal Baik”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Sudah seyogianya kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt, atas segala nikmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari yang penuh berkah ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul dan menunaikan ibadah shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Selanjutnya, di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai ujian dan godaan, takwa menjadi bekal yang sangat kita butuhkan. Dengan takwa, kita memiliki kekuatan untuk senantiasa berada di jalan yang Allah swt ridhai, dan tidak mudah terjerumus dalam berbagai perbuatan yang dilarang oleh-Nya. Karena itu, pada momen yang mulia ini, mari kita perkuat ketakwaan kita, dengan senantiasa menunaikan segala perintah dan larangan-Nya.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dalam kehidupan ini, kesempatan untuk melakukan kebaikan senantiasa datang silih berganti. Ada kebaikan yang bisa kita lakukan setiap hari, dan ada pula kebaikan yang mungkin hanya datang sesekali dalam hidup kita. Namun tidak jarang kita justru menundanya dengan berbagai alasan, seolah waktu yang kita miliki masih panjang dan kesempatan untuk melakukannya akan selalu terbuka.
Karena itu, Allah SWT memuji orang-orang yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan kebaikan. Mereka adalah orang-orang yang ketika mendapatkan peluang untuk melakukan amal baik, tidak berlambat-lambat atau menunggu waktu yang lain. Allah swt berfirman:
أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ
Artinya, “Mereka itu bersegera dalam (melakukan) kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minun: 61).
Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi, ayat ini memberikan gambaran kepada kita semua tentang orang-orang yang memiliki keinginan kuat terhadap ketaatan, sehingga ketika kesempatan melakukannya datang, mereka segera menyambutnya dan tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Mereka bersegera melakukan agar kebaikan tersebut tidak kehilangan waktunya dana agar kesempatan untuk mendapatkannya tidak terlewat. Ia mengatakan dalam kitab Tafsir Mafatihul Ghaib, jilid XI, halaman 193 sebagai berikut:
يَرْغَبُوْنَ فِي الطَّاعَاتِ أَشَدَّ الرَّغْبَةِ، فَيُبَادِرُوْنَهَا لِئَلَّا تَفُوْتَ عَنْ وَقْتِهَا وَلِكَيْلَا تَفُوْتَهُمْ دُوْنَ الْاِحْتِرَامِ
Artinya, “Mereka sangat menginginkan berbagai ketaatan, sehingga segera melaksanakannya agar tidak terlewat dari waktunya dan agar tidak terlewatkan oleh mereka tanpa penghargaan.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Sikap bersegera dalam melakukan kebaikan dapat kita lakukan dalam kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari, mulai dari membantu orang tua yang membutuhkan bantuan tanpa harus diminta, menyisihkan sebagian rezeki ketika melihat orang lain kesusahan, menjenguk orang yang sakit tanpa menunggu diundang, dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan tanpa menunggu orang lain memulai.
Selain itu, masih banyak kebaikan yang dapat segera kita lakukan tanpa harus menunggu waktu sempurna, misalnya segera menunaikan shalat ketika masuk waktu, mengembalikan barang yang dipinjam sebelum pemiliknya menagih, segera melunasi utang ketika sudah mampu, membuang sampah yang berserakan meski bukan kita yang menjatuhkannya, menutup aib dan kekurangan orang lain ketika kita mengetahuinya, dan kebaikan-kebaikan lainnya.
Itulah beberapa contoh kebaikan yang dapat segera kita lakukan tanpa harus menunggu waktu dan kesempatan yang lebih besar. Sebab, menunda kebaikan tidak hanya dikhawatirkan menjadikan kesempatan itu berlalu, tetapi juga dapat membuat seseorang menghadapi berbagai keadaan yang dapat menghalanginya untuk berbuat baik.
Oleh sebab itu, Rasulullah saw mengingatkan kita semua agar tidak menunda-nunda amal kebaikan dan segera melakukannya sebelum datangnya berbagai kondisi yang dapat menjauhkan kita dari kebaikan tersebut. Nabi bersabda:
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا
Artinya, “Segeralah melakukan amal kebaikan sebelum datang berbagai fitnah yang seperti potongan malam yang gelap. Seseorang di pagi hari masih dalam keadaan beriman, tetapi sore harinya menjadi kafir, atau pada sore hari masih dalam keadaan beriman, tetapi pagi harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi memperoleh kesenangan dunia.” (HR. Muslim).
Menurut penjelasan Imam Nawawi, hadits ini merupakan dorongan dan motivasi kepada kita semua agar segera melakukan amal baik sebelum ia menjadi sulit dilaksanakan, atau sebelum kita terhalang darinya oleh berbagai fitnah yang datang silih-berganti, yang menumpuk bagaikan gelapnya malam pekat tanpa cahaya rembulan.
Dengan kata lain, hadits ini mengajak kita semua untuk tidak menunda kebaikan selagi waktu masih terbuka, dan belum datangnya cobaan, ujian yang menumpuk dan menyita perhatian kita, hingga tak lagi sempat melakukan amal kebaikan. Dalam kitab Syarh Nawawi 'ala Muslim, jilid I, halaman 231, Imam Nawawi mengatakan:
مَعْنَى الْحَدِيثِ الْحَثُّ عَلَى الْمُبَادَرَةِ إِلَى الْأَعْمَالِ الصَّالِحَة قَبْلَ تَعَذُّرِهَا وَالِاشْتِغَالِ عَنْهَا بِمَا يَحْدُثُ مِنَ الْفِتَنِ الشَّاغِلَةِ الْمُتَكَاثِرَةِ الْمُتَرَاكِمَةِ كَتَرَاكُمِ ظَلَامِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ لَا الْمُقْمِرِ
Artinya, “Makna hadits adalah anjuran untuk segera melakukan amal kebaikan sebelum menjadi sulit dan sibuk darinya oleh berbagai fitnah yang menyibukkan, yang semakin bertumpuk, sebagaimana bertumpuknya kegelapan malam yang pekat, bukan yang bercahaya.”
Oleh sebab itu, mari jangan menunggu datangnya keadaan yang membuat kita sulit untuk melakukan amal baik. Selama kesehatan masih kita miliki, waktu masih tersedia, dan kesempatan untuk melakukan kebaikan senantiasa terbuka, marilah kita segera melakukannya. Jangan sampai kebaikan yang hari ini mampu kita lakukan justru kita tunda hingga datang suatu keadaan yang membuat kita tidak lagi mampu melakukannya.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Demikian khutbah Jumat tentang pentingnya tidak menunda-nunda amal kebaikan. Semoga Allah swt senantiasa memberikan kita kesempatan, kekuatan, dan keistiqamahan untuk segera melakukan setiap kebaikan yang mampu kita kerjakan, serta menjauhkan kita dari sikap menunda-nunda. Dan semoga khutbah ini menjadi khutbah yang membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Ustadz Sunnatullah, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam, Kokop Bangkalan Jawa Timur.