10 Ribu Buku tentang Qanun Asasi Dibagikan Gratis di Muktamar ke-35 NU
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:27 WIB
Sebanyak 10 ribu buku tentang Qanun Asasi NU dibagikan secara gratis kepada peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. (Foto: NU Online/Habib).
Jombang, NU Online
Sebanyak 10 ribu buku tentang Qanun Asasi NU dibagikan secara gratis kepada peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Proses bagi-bagi buku tersebut berlangsung di Jalan Merpati Gang IV, tepatnya di stand Pos Hangat Tebuireng yang dikelola Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng.
Dua buku yang dibagikan itu membahas Qanun Asasi li Jam’iyati Nahdlatul Ulama, karya Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari. Dua buku tersebut masing-masing berjudul Syarah Al-Qanun Al-Asasi karya KH Abdul Hakim Mahfudz dan Terjemah Qanun Asasi. Masing-masing judul dicetak sebanyak 5.000 eksemplar sehingga total buku yang dibagikan mencapai 10.000 eksemplar.
“Pembagian buku tersebut menjadi bagian dari khidmah Pesantren Tebuireng dalam menyemarakkan Muktamar ke-35 NU,” ujar Mohammad Naim Muflih, salah seorang pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, Jumat (28/8/2026) malam.
Ia menjelaskan, dua buku tersebut dibagikan secara langsung kepada muktamirin yang melewati atau mengunjungi stand Pos Hangat Tebuireng. Menurutnya, bagi-bagi buku ini merupakan kegiatan khusus yang disiapkan Pesantren Tebuireng untuk Muktamar ke-35 NU.
“Ini spesial untuk Muktamar ke-35 NU,” kata pria asal Banyuarang, Ngoro, Jombang tersebut.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pesantren Tebuireng untuk memperkenalkan kembali Qanun Asasi li Jam’iyati Nahdlatul Ulama kepada Nahdliyin di arena Muktamar ke-35 NU, terutama bagi generasi masa kini.
“Qanun Asasi ini merupakan karya KH M Hasyim Asy’ari yang memuat dasar, prinsip, dan pedoman penting bagi kehidupan organisasi NU,” terangnya.
Melalui pembagian buku tersebut, pihaknya berharap semakin banyak warga NU yang mengenal dan memahami kandungan Qanun Asasi, terutama kaitannya bagi kehidupan saat ini.
“Harapannya, masyarakat menjadi lebih melek literasi, serta dapat menyebarkan kepada masyarakat luas,” kata Naim.
Bagi-bagi buku gratis ini pun mendapat apresiasi dari para muktamirin. Salah satunya Ibnu Abbas, asal Depok, Jawa Barat. Menurutnya, hal ini merupakan langkah positif untuk memperkenalkan kembali Qanun AsasiNU kepada warga NU.
“Ini sangat bagus. Kita sebagai warga NU perlu mengetahui dan memahami Qanun Asasi yang menjadi salah satu landasan penting dalam berdirinya Nahdlatul Ulama,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dalam berbagai kesempatan sehingga tradisi membaca dan mengkaji karya para ulama semakin kuat di kalangan warga NU.
“Semoga semakin banyak warga NU yang mengenal Qanun Asasi. Dengan membaca karya para ulama, kita tidak hanya mengetahui sejarah NU, tetapi juga memahami nilai dan prinsip yang menjadi dasar perjuangan organisasi,” pungkasnya.