Nasional

129 Korban Kecelakaan KM Virgo Belum Ditemukan, Basarnas Siapkan Operasi Bawah Laut

Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

129 Korban Kecelakaan KM Virgo Belum Ditemukan, Basarnas Siapkan Operasi Bawah Laut

Tangkapan layar konferensi pers Basanas pada Senin (14/9/2026).

Jakarta, NU Online

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyiapkan operasi pencarian bawah laut untuk menemukan 129 korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan.

 

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, dari total 243 orang yang berada di kapal tersebut, sebanyak 114 korban telah ditemukan. Mereka terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.

 

“Sehingga korban yang dilaporkan masih dalam pencarian sejumlah 129 penumpang,” ujarnya dalam konferensi pers pada Senin (14/9/2026).

 

Syafii mengatakan bahwa personel dengan kemampuan khusus dipersiapkan untuk mendukung operasi underwater menggunakan KRI Canopus yang telah berada di lokasi. Kapal tersebut memiliki kemampuan pencarian bawah air.

 

“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kami berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” katanya.

 

Dia mengatakan bahwa personel yang akan dilibatkan dalam operasi underwater berasal dari Basarnas, BSG, Kopaska TNI AL, serta tim penyelam yang sedang dipersiapkan untuk diterjunkan ke lokasi pencarian sesuai kondisi cuaca dan arus perairan.

 

Syafii menyampaikan bahwa tim penyelam belum diturunkan karena kondisi arus di lokasi belum memungkinkan. Basarnas masih mengutamakan keselamatan personel sambil menunggu kondisi yang lebih aman untuk melaksanakan operasi pencarian bawah air.

 

“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ucapnya.

 

Selain kemampuan pencarian bawah air, kata dia, KRI Canopus memiliki drone yang dapat dioperasikan di bawah air untuk membantu tim SAR mencari korban ketika kondisi perairan memungkinkan.

 

Syafii juga menyampaikan bahwa pencarian didukung unsur udara, yakni helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI AL, helikopter Panther HS 1310 TNI AL, serta pesawat Cessna 208 Caravan BNPB.

 

Adapun unsur laut meliputi KN SAR Laksamana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, Rigid Bouyancy Boat (RBB) Palangkaraya, KRI Nala, KRI Pulau Fani, KRI Canopus, dan KRI I Gusti Ngurah Rai.

 

Armada lainnya juga dikerahkan, yakni KP Laksamana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhuw IX, serta TB Transcoal Pacific.

 

“Kita melibatkan seluruh unsur-unsur, klinis kesehatan, kemudian ada enam rumah sakit yang menjadi rujukan,” ujarnya.