575 Wartawan dari 237 Media Liput Muktamar Ke-35 NU di Jombang
Ahad, 6 September 2026 | 20:00 WIB
Koordinator Seksi Dokumentasi dan Publikasi Muktamar Ke-35 NU, Hari Usmayadi (Foto: Panitia Muktamar)
Jombang, NU Online
Sebanyak 575 wartawan dari 237 media terdaftar untuk meliput Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Para wartawan tersebut berasal dari berbagai jenis media, mulai televisi, kantor berita, media daring, media cetak, hingga radio. Layanan media selama pelaksanaan Muktamar dikelola Seksi Dokumentasi dan Publikasi Panitia Muktamar.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 5.148 tautan pemberitaan terkait Muktamar terhimpun dari media peliput. Selain itu, panitia memproduksi 121 berita dan mempublikasikan 250 foto dokumentasi melalui portal resmi muktamar.nu.id.
Koordinator Seksi Dokumentasi dan Publikasi, Hari Usmayadi (Cak Usma), mengatakan pengelolaan layanan media selama Muktamar didukung sistem digital yang disiapkan sejak tahap pendaftaran.
“Sejak hari pertama kami bertekad wartawan tidak boleh antre panjang, tidak boleh bingung, dan tidak boleh kehilangan akses. Semua kebutuhan awak media, dari akreditasi sampai pengiriman berita, kami satukan dalam portal resmi Muktamar,” ujarnya usai Muktamar Ke-35 resmi ditutup oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pihaknya mengatakan portal muktamar.muktamar.nu.id.digunakan untuk sejumlah kebutuhan media, mulai pendaftaran, validasi dengan surat penugasan pimpinan redaksi, pengecekan status akreditasi melalui WhatsApp, hingga penerbitan kartu identitas pers.
Kartu pers wartawan dilengkapi cip RFID dan disimpan berdasarkan kode untuk mempermudah proses pengambilan di titik registrasi yang berada di Kelas Keterampilan MAN 3 Jombang.
Sistem presensi konferensi pers juga menggunakan kartu pers. Panitia turut menyiapkan aplikasi petugas lapangan yang dapat digunakan tanpa koneksi internet untuk mengantisipasi kondisi jaringan di kawasan pesantren.
Panitia juga menyediakan kanal rilis mandiri melalui Portal Wartawan. Wartawan dapat mengirimkan tautan pemberitaan yang kemudian ditampilkan di portal resmi Muktamar.
“Lima ribu lebih rilis masuk dan tidak ada satu pun yang perlu kami turunkan. Ini bukti kepercayaan yang dijaga dua arah. Jadi panitia percaya wartawan, wartawan menjaga amanah profesinya,” kata Cak Usma.
Sementara itu, Media Center Muktamar yang berlokasi di Aula Yayasan Pesantren Bahrul Ulum digunakan sebagai pusat aktivitas wartawan. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kerja, koneksi internet, area konferensi pers, pusat informasi, dan layanan relasi wartawan.
Berdasarkan survei testimoni yang dilakukan panitia melalui portal, layanan media memperoleh skor rata-rata 8,74 dari 10. Survei tersebut diikuti 103 dari 575 wartawan yang terdaftar.
Pengelolaan layanan media melibatkan sejumlah tim, antara lain kepala media center, relasi wartawan, pengelola kartu identitas, reporter, editor, tim desain dan videografi, serta admin media center. Persiapan layanan dilakukan sejak 22 Agustus hingga awal September 2026.
“Ini kerja keroyokan khas NU. Santri, aktivis media, dan profesional duduk satu meja, saling menambal, dan alhamdulillah semua berjalan lancar,” tutur Cak Usma.
Panitia juga mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya. Salah satunya layanan media pada jam-jam sibuk persidangan. Aspek tersebut memperoleh skor 8,51 dalam survei.
Perbaikan lainnya mencakup penambahan petugas relasi wartawan dan penyediaan jalur eskalasi keluhan. Panitia juga akan memperbaiki mekanisme survei agar dapat menjangkau lebih banyak wartawan.
Selain itu, panitia mencatat sebanyak 114 kartu pers tidak diambil oleh pemiliknya. Untuk kegiatan berikutnya, panitia mempertimbangkan konfirmasi ulang kehadiran beberapa hari sebelum acara serta pengoptimalan fitur penugasan lokasi.
Panitia juga berencana menerapkan sistem akreditasi bergelombang. Langkah tersebut disiapkan untuk mengakomodasi permintaan peliputan susulan tanpa mengganggu proses verifikasi.
“Muktamar lima tahun sekali, tetapi standar pelayanannya harus terus naik. Apa yang baik kami wariskan, apa yang kurang kami catat dan perbaiki. Insyaallah pada permusyawaratan berikutnya, sahabat-sahabat media akan mendapati layanan yang lebih baik lagi,” pungkas Cak Usma.