76.922 Hektare Terbakar, Polutan Asap Karhutla Kalimantan Terasa ke Malaysia hingga Singapura
Selasa, 8 September 2026 | 20:30 WIB
Jakarta, NU Online
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia belum menunjukkan tanda mereda. Hingga Selasa (8/9/2026) sebanyak 76.922,3 hektare lahan terbakar di enam provinsi. Asap dari karhutla bahkan diprediksi menyebar lintas batas hingga Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 8 hingga 9 September 2026, intensitas dan luasan polusi PM2.5 akibat karhutla di Sumatra dan Kalimantan menunjukkan peningkatan.
“Hari ini, 8 September 2026, kita lihat bahwa sebaran asap dari karhutla masih berada di Kalimantan yang luas, di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026).
Ia mengungkapkan bahwa polutan asap tersebut berasal dari karhutla yang masih berlangsung. Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 38.310,89 hektare. Disusul Riau 19.151,78 hektare, Kalimantan Selatan 8.019,63 hektare, Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare, Sumatra Selatan 1.926,23 hektare, dan Jambi 1.879,31 hektare.
“Polutan asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang masih terjadi. Total dari enam provinsi yaitu 76.922,3 hektare lahan terbakar,” ucapnya.
Berton menyampaikan dalam sehari terakhir, terdapat 1.481,36 hektare lahan baru yang terbakar atau kembali terbakar. Hotspot kategori medium terdeteksi 259 titik, sedangkan fire spot high mencapai 193 titik. Total hotspot dalam 24 jam terakhir mencapai 4.122 titik.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan prediksi menunjukkan sebaran polutan ke arah utara dan barat laut yang memicu kabut asap lintas batas hingga menyelimuti Singapura, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Sabah, dan Brunei Darussalam. Polutan juga terdeteksi di Merauke, Papua.
Berton juga mengimbau warga untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di daerah yang terdampak sebaran polutan asap karhutla.
“Ini menjadi perhatian juga kepada warga untuk tetap melakukan memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah. Terutama di Kalimantan, Jambi, Sumatra Selatan, dan ada juga di Papua bagian Merauke,” ucap Berton.