Nasional

Alissa Wahid Kenalkan Visi NU BARAKAH 2031 Hasil Muktamar Ke-35 NU, Ini Maknanya

Kamis, 3 September 2026 | 20:30 WIB

Alissa Wahid Kenalkan Visi NU BARAKAH 2031 Hasil Muktamar Ke-35 NU, Ini Maknanya

Koordinator Komisi Program Muktamar Ke-35 NU Alissa Wahid. (Foto: tangkapan layar kanal Youtube Tambakberas TV)

Jakarta, NU Online

 

Koordinator Komisi Program Muktamar Ke-35 NU Alissa Wahid menyampaikan visi PBNU 2026-2031 yang dinamakan "NU Barakah 2031". Visi ini disiapkan sebagai panduan utama program kerja kepengurusan agar lebih terarah dan berdampak nyata.

 

"Siapapun pengurusnya, siapapun pemimpinnya, pasti ada haluan yang harus digunakan. Maka sebagai pemandu arah strategis 2026-2031, kita memiliki visi 'NU Barakah'," katanya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Kamis (3/9/2026).

 

Lebih lanjut, ia menjabarkan makna dari tiap huruf yang membentuk kata 'Barakah' tersebut. 7 kata dari tiap huruf itu ialah (B) berorientasi pada jamaah, (A) amanah, (R) koheren, (A) akuntabel, (K) kesinambungan, (A) adaptif, dan (H) handal.

 

"Yang pertama yaitu berorientasi pada kemaslahatan jama'ah. Artinya sudah saatnya PBNU tidak hanya mengurusi jamiyyah saja, namun harus mulai mengurusi jamaahnya," ungkapnya.

 

Huruf kedua ialah A yang merupakan akronim dari amanah. Menurut Alissa, hal ini berarti pengurus NU khususnya PBNU harus mampu buktikan bahwa NU adalah Jam'iyyah yang amanah.

 

"Huruf ketiga R, diambil dari kata koheren. Maknanya jamiyyah ini terikat satu sama lain, maka seluruh unsurnya harus saling bersinergi," tuturnya.

 

Keempat ialah akuntabel, yakni mampu bertanggung jawab atas segala keputusan dan program kerja, yang nantinya ditunjukkan dengan transparansi.

 

"Kelima, K adalah kesinambungan. Berarti tetap menjaga keberlanjutan program dan misi pengurus sebelumnya. Keenam adaptif, mampu mengikuti perkembangan zaman," jelasnya.

 

Huruf terakhir ialah H yang diambil dari kata handal. Alissa menyebut bahwa ini berarti PBNU harus dapat diandalkan oleh seluruh elemen, termasuk dapat diandalkan dalam hal mendampingi secara lebih intensif di daerah 3T.

 

Kontributor: Umi Kholifah