Nasional

DPR Sebut Haji 2026 Aman, tapi Persiapan di Arab Saudi Belum Maksimal

Rabu, 8 April 2026 | 09:30 WIB

DPR Sebut Haji 2026 Aman, tapi Persiapan di Arab Saudi Belum Maksimal

Ilustrasi haji. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

 

Penyelenggaraan ibadah haji 2026 disebut tetap berada dalam kondisi aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih bergejolak. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid usai melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi.

 

Menurut Wachid, pemerintah Arab Saudi menyatakan kesiapan dalam menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun depan. Pernyataan tersebut diperoleh setelah DPR meninjau langsung sejumlah aspek persiapan di lapangan.

 

"Menyangkut situasi keamanan di sana, alhamdulillah, dari persiapan ini, pemerintah Arab Saudi optimistis bahwa haji tahun 2026 tetap berjalan dengan baik, situasinya aman," ujar Wachid dikutip NU Online Rabu, Rabu (8/4/2026).

 

Dalam pertemuan tersebut, pihak Arab Saudi juga menyampaikan harapan agar situasi di kawasan Timur Tengah segera membaik melalui upaya perdamaian.

 

"Kita diminta untuk berharap untuk berdoa, upaya perdamaian segera terwujud yaitu di Timur Tengah segera terwujud antara Iran dan Israel, sama Amerika, ini, ini yang selalu disampaikan kepada kami," ucap Wachid.

 

Ia menambahkan, pesan serupa juga disampaikan oleh perwakilan diplomatik kedua negara yang terlibat dalam kerja sama haji.

 

"Dubes Indonesia yang ada di Arab Saudi juga menyampaikan demikian, baik Dubes Arab Saudi yang di Indonesia juga menyampaikan demikian. Nah, itu yang kami sangat antusias," sambungnya.

 

Di sisi lain, hasil peninjauan Komisi VIII DPR menunjukkan bahwa sejumlah aspek teknis penyelenggaraan haji masih memerlukan pembenahan. Beberapa di antaranya terkait fasilitas pemondokan, layanan katering, hingga kesiapan di lokasi utama ibadah seperti Arafah, Mina, dan Muzdalifah.

 

"Kami melangkah dari mulai mengecek pemondokan, terus katering, dan Arafah, Mina, Muzdalifah, sama bus Shalawat. Nah, persiapan ini memang kami lihat di situasi sana belum maksimal 100 persen ya. Masih ada yang perlu pembenahan terkait ketersediaan tenda di Arafah dan Mina," kata dia.

 

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan jadwal awal keberangkatan jamaah haji. Gelombang pertama dijadwalkan mulai masuk asrama embarkasi pada 21 April 2026, sementara penerbangan perdana direncanakan berlangsung pada 22 April.

 

"Untuk jamaah dari Jawa Barat nanti akan ada yang melalui Soekarno-Hatta, dan insyaallah akan dilepas langsung oleh Bapak Presiden, yang nanti menyusul Jawa Tengah dan Jawa Barat juga jam yang sama sekitar tengah malam ya itu nanti mulai take off dari Indonesia," pungkas Wachid.

 

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa tahapan persiapan penyelenggaraan haji pada prinsipnya telah rampung dan siap dilaksanakan sesuai jadwal.

 

"Alhamdulillah, seluruh tahapan persiapan haji Indonesia pada prinsipnya telah selesai. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan secara bertahap akan diberangkatkan ke Arab Saudi mulai 22 April 2026," kata Menhaj.

 

Ia juga menilai kondisi di Arab Saudi masih stabil di tengah dinamika kawasan, sehingga diharapkan tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji.

 

"Kami berharap eskalasi yang terjadi tidak mempengaruhi operasional haji. Kami juga berharap ketegangan dapat segera mereda, sehingga seluruh proses ibadah haji dari berbagai negara dapat berjalan dengan lancar, aman, dan khidmat," tegasnya.