Gus Ipul Laporkan 4 Hal Utama Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:45 WIB
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU H Saifullah Yusuf saat Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/08/2026) sore. (Foto: tangkapan layar kanal Youtube NU Online)
Jombang, NU Online
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU H Saifullah Yusuf melaporkan empat hal utama dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar NU, mulai dari persiapan fisik hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM). Hal itu disampaikan saat Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/08/2026) sore.
“Pertama, adalah kesiapan fisik, mulai dari arena pembukaan, ruang sidang, asrama putra, hingga berbagai sarana pendukung lainnya,” ujarnya.
Kedua, kesiapan logistik mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga seluruh kebutuhan peserta Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, sebagai bagian dari dukungan penyelenggaraan, saat ini 1500 stan UMKM telah berdiri di sepanjang jalan kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
“Bazar ini juga dilengkapi dengan panggung budaya dan pasar malam. Sehingga muktamar ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.
Secara khusus, ia menyampaikan bahwa alat transportasi saat Muktamar NU juga mendapat dukungan 200 becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk membantu mobilitas para kiai dan peserta. “Terima masih Bapak Presiden,” katanya.
Ketiga, tata kelola Muktamar NU. Pihaknya mengaku berusaha memastikan seluruh proses, mulai dari registrasi, persidangan, pengambilan keputusan, hingga pelayanan peserta dapat berlangsung tertib, transparan, dan terukur.
Keempat, kesiapan sumber daya manusia yang didukung teknologi berbasis chip dan kecerdasan buatan atau artifisial inteligensi (AI). Sistem ini digunakan untuk membantu proses registrasi dan identifikasi peserta, pemantauan peserta, hingga pengaturan akses peserta ke ruang-ruang sidang.
“Kita memasang lebih dari 150 CCTV. Dan yang membanggakan bapak presiden, sistem ini dirancang dan kembangkan sendiri oleh para santri dipimpin oleh Gus Robin beserta tim,” terangnya.
Karenanya, dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU ini, tidak hanya menyajikan tradisi pesantren yang terus hidup, tetapi juga melihat bagaimana santri sudah memasuki dunia teknologi masa depan. “Santri yang sekarang bukan hanya mengaji kitab, tapi juga mengaji data, chip dan AI. Alhamdulillah,” ucapnya.
Ia menyebutkan, segala persiapan itu dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Terhitung, penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU baru 50 hari yang lalu. Namun, di tengah waktu yang terbatas, segala persiapan dapat dikerjakan secara maksimal.
“Dalam waktu relatif singkat, berbagai kebutuhan muktamar disiapkan, sarana prasangkanya akomodasi, ruang persidangam, asrama peserta, hingga 9 tower tempat tinggal muktamirin,” jelasnya.
Dirinya menyampaikan bahwa Muktamar ke-35 NU merupakan Muktamar pertama di abad kedua. Bahkan tidak ada yang menyangka bahwa muktamar ini akan diselenggarakan di pesantren yang didirikan salah satu muassis NU KH Abdul Wahab Hasbullah.
“Rasanya seperti ada yang menuntun kita kembali ke pangkuan para muassis atau pendiri NU,” terangnya.
Kontributor: A Habiburrahman